Penyebar Foto Hoax Polisi Serang Masjid saat Aksi 22 Mei Tertangkap. Comot Foto di Luar Negeri

Pelaku memposting foto masjid tersebut bukanlah foto masjid yang ada di Indonesia, melainkan foto masjid yang ada di negara Sri Lanka

Penyebar Foto Hoax Polisi Serang Masjid saat Aksi 22 Mei Tertangkap. Comot Foto di Luar Negeri
Tribunnews.com
Fitriadin, terduga penyebar foto hoax 22 Mei 

TRIBUNBATAM.id - Penyebar hoax aksi 22 mei kembali tertangkap.

Aparat Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berhasil mengendus terduga pelaku penyebaran berita bohong atau hoax tentang penyerangan masjid di daerah Petamburan, Jakarta Barat, saat aksi kerusuhan 22 Mei lalu.

Tim Siber Bareskrim Polri mencegat pelaku bernama Fitriadin tersebut di pintu tol keluar Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (30/5/2019), sekira pukul 12.30 WIB.

Kivlan Zen Akan Diperiksa Sebagai Tersangka Kasus Hoaks dan Makar, Mabes Polri Jadwalkan Hari Rabu

Profil Mustofa Nahrawardaya, Caleg 2 Kali Gagal yang Ditangkap Polisi karena Video Hoaks Aksi 22 Mei

Petasan Meledak, Makan Korban Lagi, Sumber Ledakan dari Bubuk Mercon yang Disimpan di Lemari

Fitriadin tak bisa berkutik lagi setelah dicegat tim Cyber Bareskrim Polri.

Ia pun digelandang ke sel tahanan Bareskrim Polri.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Fitriadin telah ditetapkan sebagai tersangka.

Ia mengelola akun Facebook dengan nama Adi Bima, dan menyebarkan hoaks adanya penyerangan masjid di daerah Petamburan, Jakarta Barat.

"Dari hasil interograsi sementara, pelaku memposting foto masjid tersebut bukanlah foto masjid yang ada di Indonesia, melainkan foto masjid yang ada di negara Sri Lanka," ujar Dedi dalam keterangannya, Senin (3/6/2019).

Dedi menjelaskan bahwa tersangka mengaku perbuatan tersebut dilakukan atas inisiatifnya sendiri.

Alasannya, kata Dedi, Fitriadin yang mendukung salah satu capres-cawapres tersulut emosinya akibat kejadian kerusuhan yang terjadi di beberapa titik di Jakarta pada 21-22 Mei 2019.

Menurut Dedi, tersangka melakukan tindak pidana dengan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu.

Terutama, lanjutnya, berdasarkan SARA dan/atau menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat dan/atau menghina suatu penguasa atau badan hukum yang ada di Indonesia.

Adapun dari tangan tersangka, penyidik berhasil menyita satu unit handphone dan dua unit simcard sebagai barang bukti.

Halaman
1234
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved