VIRAL. Debt Collector Nagih Utang Pakai Baju Pemakaman dan Berdoa di Pintu di Singapura

Debt collector ini terlihat berlutut di depan kantor seorang debitur sambil berteriak-teriak dan menyanyi, "Tolong kembalikan uangnya!"

VIRAL. Debt Collector Nagih Utang Pakai Baju Pemakaman dan Berdoa di Pintu di  Singapura
Lianhe Wanbao via AsiaOne.com
Debt collector berpakaian pemakaman saat menagih utang 

TRIBUNBATAM.id,  SINGAPURA - Jika Anda mendengar istilah debt collector, pasti konotasinya paeda orang yang bertampang seram dan memaksa-maksa untuk membayar utang. 

Bahkan, ada juga debt collector ini yang melakukan tindak kekerasan sehingga seringkali kasus penagihan utang beujung pada pidana.

Para kreditur sering menggunakan jasa debt collecrot ini untuk menagih utang yang macet atau seret pengembaliannya sehingga bagi para debt collector ini, mereka kadang terpaksa melakukan cara apa pun untuk mendapatkan uang yang menyewanya.

Pemerintah Tetapkan Lebaran Jatuh Pada Rabu 5 Juni 2019, Ini Hasil Sidang Isbat

Lagi, 6 Penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam Dibatalkan, Gara Gara Tiket Mahal?

Ifan Seventeen Berencana Klarifikasi Video Penggerebekannya dengan Citra Monica, Kata Manajemennya?

Dalam video Facebook yang diunggah Kamis (30/5/2019) lalu, seorang penagih utang menggunakan cara-cara yang tidak biasa saat menagih utang.

Debt collector ini mengenakan pakaian pemakaman dalam tradisi tionghoa.

Debt collector ini terlihat berlutut di depan kantor seorang debitur sambil berteriak-teriak dan menyanyi, "Tolong kembalikan uangnya!"

Dalam klip itu, pria ini, seperti berdoa berulang kali bertanya apakah debitur ini mau membayar utang dan bahkan memperingatkan orang-orang untuk tidak melakukan bisnis dengan perusahaan ini.

Lelaki itu juga menyenandungkan syair dari upacara pemakaman untuk memancing pemilik perusahaan itu keluar dan menjelaskan dirinya sendiri.

Penagih utang berusia 59 tahun itu mengatakan kepada media berbahasa mandarin, Lianhe Wanbao, bahwa ia dipekerjakan dua minggu lalu untuk menagih utang.

Menurut pria tersebut, seperti dilansir AsiaOne.com, perusahaan itu telah meminjam Sin$ 170.000 atau sekitar Rp 1,8 miliar dari kliennya sekitar tiga tahun lalu dan hingga saat ini belum dibayar.

Halaman
12
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved