Akui Pernah Jadi Gay, Ucapan Duterte Jadi Kontroversial dan Menuai Kemarahan

Sejak berkuasa pada 2016, Duterte dikenal kerap melontarkan kalimat kontroversial. Termasuk hinaan dan ancaman kepada musuh politik dan menggunakan

Akui Pernah Jadi Gay, Ucapan Duterte Jadi Kontroversial dan Menuai Kemarahan
Philippine Inquirer
Presiden Filipina Rodrigo Duterte bersama Gertie Batocabe, istri anggota parlemen Kota Albay, Rodel Batocabe yang tewas ditembak, pekan lalu 

TRIBUNBATAM.id - Rodrigo DutertePresiden Filipina mengeluarkan statemen mengejutkan publik di negaranya.

Rodrigo Duterte bahkan dikecam serta membuat keemarahan setelah melontarkan ucapan kontroversial terkait dengan gay.

Sejak berkuasa pada 2016, Duterte dikenal kerap melontarkan kalimat kontroversial. Termasuk hinaan dan ancaman kepada musuh politik dan menggunakan perkosaan sebagai lelucon.

Lantas, apa ucapannya yang kontriversial itu?

Inspirasi Make up Lebaran 2019 dari 5 Beauty Vlogger Ternama, Ada Tasya Farasya hingga Vinna Gracia

Ada Bom Bunuh Diri di Pospam Kartasura, Kapolda Kepri Ingatkan Anggotanya Waspada

Tips Menjaga Stok Hidangan Lebaran Agar Tetap Segar dan Tidak Cepat Basi, Begini Caranya

 

Rupanya, Presiden Duterte Mengaku Pernah Jadi Gay. Sebelum Sembuh Ucapan terakhirnya yang menuai kecaman terjadi ketika The Punisher, julukan Duterte, mengunjungi komunitas Filipina di Tokyo, Jepang, pada pekan lalu.

Saat berpidato itulah, Duterte mengatakan bahwa salah satu rival pengkritiknya, Senator Antonio Trillane IV, merupakan seorang gay setelah mendapat informasi.

"Trillane dan saya itu sama (sebagai gay). Untungnya saya langsung sembuh," ujar Duterte di hadapan warga Filipina sebagaimana dikutip AFP Selasa (4/6/2019).

Kumpulan Video Gema Takbir untuk Malam Takbiran hingga Hari Raya Idul Fitri 2019

Download Takbiran MP3 Full Nonstop Untuk Lebaran 2019, Ada Ustaz Jefri Al Buchori, Unduh di Sini!

 

Presiden yang akrab disapa Digong itu mengaku dia sembuh setelah bertemu dengan istri pertamanya, Elizabeth Zimmerman yang menikah pada 1973 hingga 2000.

"Jadi seorang perempuan cantik menyembuhkan saya," kenangnya. Duterte mempunyai catatan khusus berkaitan dengan hak-hak dari komunitas LGBT.

Ketika masih berkampanye pada 2016, Duterte sempat mendukung adanya pernikahan sejenis. Namun setelah berkuasa, presiden 74 tahun itu seperti menarik langkahnya.

Pada 2016, mantan Wali Kota Davao tersebut pernah menyebut Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Filipina, Philip Goldberg, sebagai "gay brengsek".

Bahaghari, organisasi advokasi bagi transgender maupun gay menyebut ucapan Duterte merupakan komentar yang sangat berbahaya serta merupakan langkah mundur.

"Pernyataan ini, seperti ucapan mesum dan menghina yang dilontarkannya kepada perempuan, tidak bisa dianggap remeh dan diabaikan begitu saja," demikian keterangan Bahaghari.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Asosiasi Pskiatrik Amerika mempertimbangkan homoseksualitas sebagai orientasi seksual. Bukan sebuah penyimpangan. Masyarakat Filipina memang mempunyai reputasi bersikap terbuka terhadap homoseksualitas. Namun lembaga pengawas menilai perlindungan hukum kepada mereka masih kurang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengaku Pernah Jadi Gay, Ucapan Kontroversial Duterte Tuai Kemarahan

Editor: Aminnudin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved