Breaking News:

Ini Penjelasan Mengenai Boleh Tidaknya Salat Id Sendirian pada Idul Fitri

Menjelang Idul Fitri 1440 H / 2019, informasi seputar lokasi salat Id berjemaah sudah diterima oleh seluruh umat Islam.

Editor: Thom Limahekin
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ribuan jemaah menjalani Salat Idul Fitri 1439 Hijriah di ruas jalan raya di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (15/6). 

TRIBUNBATAM.id - Hari raya Idul Fitri selalu dirayakan dengan menunaikan salat Id berjemaah.

Menjelang Idul Fitri 1440 H / 2019, informasi seputar lokasi salat Id berjemaah sudah diterima oleh seluruh umat Islam.

Namun, muncul pertanyaan, apakah salat Id bisa dilakukan secara perorangan?

Inilah penjelasan mengenai boleh tidaknya melaksanakan salat Idul Fitri sendirian atau tidak berjamaah.

Pemerintah melalui Kementerian Agama telah menetapkan 1 Syawal 1440 Hijriah jatuh pada Rabu, 5 Juni 2019 melalui sidang isbat yang digelar pada Senin (3/6/2019) malam.

Itu berarti, besok umat muslim akan melaksanakan salat Idul Fitri 1440 H / 2019.

SBY Masih Menangis Saat Malam Tahlilan Ani Yudhoyono, Curhat SBY: Ini Lebaran Pertama tanpa Istri

Krisdayanti Tiba-Tiba Posting Foto Kedua Anaknya dari Anang Hermansyah, Apa Sebenarnya Terjadi?

Jusuf Kalla Tak Hadiri Acara Pemakaman Ani Yudhoyono Karena Masalah Ini, Begini Janjinya kepada SBY

LINK Download Kumpulan Gema Takbir Idul Fitri 1440 H, Dari Ustadz Abdul Somad Hingga Ustaz Uje

Saat Hari Raya Idul Fitri tiba, umat muslim tidak hanya dianjurkan untuk memperbanyak mengumandangkan kalimat takbir saja, melainkan juga melaksanakan salat sunah pada pagi harinya, yakni salat Idul Fitri atau Salat Id.

Salat Idul Fitri hukumnya sunah muakkadah yakni sunah yang sangat dianjurkan.

Salat Idul Fitri disyariatkan untuk dikerjakan secara berjamaah.

Tempatnya lebih afdhol (utama) di tanah lapang, kecuali jika ada udzur semisal hujan.

Imam Abu Hamid Al Ghazali dalam kitab Ihya' Ulumuddin berkata, "Disukai melaksanakan salat Id di tanah yang luas, kecuali di Mekah dan Bautul Maqdis.

Sekiranya hari itu hujan, tidak apa-apa melaksanakannya di masjid.

Dan dibolehkan pada hari yang sangat panas berdebu, imam menyuruh seorang laki-laki untuk sholat Id bersama orang-orang lemah di masjid, sementara ia keluar ke tanah lapang bersama orang-orang yang kuat seraya bertakbir."

Sedangkan dalam Fikih Manhaji Mazdhab Syafii dijelaskan, tempat salat Id terbaik adalah di tempat yang banyak menampung jamaah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sholat ied di tanah lapang karena waktu itu masjid Nabawi sempit tidak bisa menampung seluruh jamaah yang terdiri dari kaum laki-laki, perempuan dan anak-anak.

Instagram/riung.adventure
Instagram/riung.adventure ()

Kemudian bolehkan sholat Idul Fitri dilaksanakan sendirian?

Mungkin tidak semua umat muslim bisa melaksanakan salat Idul Fitri berjamaah karena sejumlah alasan, misal karena sakit, musafir, sedang berada di negara non muslim sehingga kesulitan mendapat jamaah salat Id atau mungkin sedang bekerja.

Dikutip TribunStyle.com dari konsultasisyariah.com, wajib bagi mereka untuk berpuasa dan berhari raya sebagaimana manusia pada umumnya.

Hendaklah pula mereka melaksanakan salat Id bersama dengan kaum muslimin yang lainnya yang berada di negeri mereka.

Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ والإِفْطَارُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَالأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ

“Awal puasa adalah hari yang kamu semua memulai puasa. Idul fitri adalah hari yang kamu semua merayakan idul fitri. Idul Adha adalah hari yang kamu semua merayakan idul adha.” (HR. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah. Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 224)

Penjelasan Boleh Tidaknya Melaksanakan  Salat Id Sendirian

Jika berhalangan untuk salat berjamaah, salat Id boleh dilaksanakan sendirian.

Abu Hasan Ali al-Bagdadi dalam kitab al-Iqna’ fil fiqh asy-Syafi’i mengatakan:

وَيُصلي العيدان فِي الْحَضَر وَالسّفر جمَاعَة وفرادى

"Dan hendaklah melaksanakan shalat dua hari raya dalam keadaan hadir maupun bepergian, baik dengan berjamaah maupun sendiri-sendiri".

Namun para ulama berbeda pendapat perihal qadha salat Id sendiri atau perihal cara mengqadhanya.

Dikutip TribunStyle.com dari Serambinews, Selasa (4/6/2019), Al-Imam As-Syafi'i (w. 150 H) sebagai pendiri dan guru para ulama di dalam mazhab Asy-Syafi'iyah di dalam kitab Al-Umm menuliskan sebagai berikut:

"Tidak mengapa bila suatu kaum yang musafir melaksanakan salat Ied atau salat Gerhana, dan salah seorang mereka menyampaikan khutbah, baik dalam perjalanan atau pun di suatu kampung yang tidak ada salat Jumatnya."

Kemudian, Asy-Syairazi (w. 476 H) salah satu ulama kenamaan di kalangan mazhab Asy-Syafi'iyah abad kelima hijriyah di dalam kitabnya Al-Muhadzdab menukilkan salah satu riwayat dari Al-Imam Al-Muzani yang menyebutkan dibolehkannya orang salat Id sendirian.

Asy-Syarazi menjelaskan bahwa di kalangan para ulama mazhab Asy-Syafi'iyah sendiri masih ada perbedaan pendapat, antara mereka yang membolehkan dan tidak membolehkan.

Kelompok yang tidak membolehkan berhujjah bahwa belum pernah Rasulullah SAW mengerjakan salat Id kecuali berjamaah bersama-sama dengan seluruh penduduk Madinah.

Kalau kita pakai pendapat ini maka tidak perlu mengerjakan salat Id, kalau dikerjakan sendirian atau dalam rumah tapi lebih dari satu orang.

Namun kelompok yang kedua berpendapat bolehnya salat Id dilakukan secara sendirian atau oleh bertiga dan berlima saja.

Alasannya karena salat Id termasuk salat tambahan (nafal) yang dibolehkan dikerjakan seperti juga salat gerhana.

Juga imam An-Nawawi (w. 676 H) salah satu ulama besar dalam mazhab Asy-Syafi'iyah abad ketujuh hijriyah merajihkan pendapat yang membolehkan salat Id dilakukan seorang diri.

Berikut petikan ibarahnya sebagaimana tertuang di kitabnya, Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzddzab :

“Sedangkan hukum apakah disyariatkan salat Ied bagi budak, musafir, wanita dan orang yang sendirian di rumahnya atau di tempat lainnya, ada dua pendapat. Tetapi yang lebih sahih dan lebih masyhur kepastian bahwa itu memang disyariatkan bagi mereka.”

Kesimpulannya, ada yang memperbolehkan salat Id sendirian, ada yang tidak. 

Namun dianjurkan untuk melaksanakan salat Idul Fitri secara berjamaah. Wallahu a’lam.

Instagram/remajafisabillilah.id
Instagram/remajafisabillilah.id ()

 

Niat Salat Idul Fitri

1. Niat Salat Idul Fitri (Makmum)

اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى

(usholli sunnatan ‘iidil fithri rok’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa)

Artinya: Saya niat salat sunnah idul fitri dua raka’at sebagai ma’mum karena Allah Ta’ala.

2. Niat Salat Idul Fitri (Imam)

اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا للهِ تَعَالَى

(usholli sunnatan ‘iidil fithri rok’ataini imaaman lillaahi ta’aalaa)

Artinya: Saya niat salat sunnah idul fitri dua raka’at sebagai imam karena Allah Ta’ala.

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Bolehkah Sholat Idul Fitri Sendirian / Tidak Berjamaah? Ini Penjelasannya

Sumber: TribunStyle.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved