Rabu, 29 April 2026

Rayakan Idul Fitri di Rumah Berkat Perjalan Mudik Lancar, Inilah Para Pahlawan Mudik Lancar

Idul Fitri 1440 Hijriah akhirnya dirayakan dengan penuh kebahagian oleh seluruh umat Islam di seluruh dunia.

Editor: Thom Limahekin
Dok. Jasa Marga
Kondisi lalu lintas di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama Tol jakarta-Cikampek, Senin (3/6/2019). 

TRIBUNBATAM.id - Idul Fitri 1440 Hijriah akhirnya dirayakan dengan penuh kebahagian oleh seluruh umat Islam di seluruh dunia.

Di Indonesia, para pemudik bisa merayakan Idul Fitri bersama keluarga karena bermudik secara lancar.

Berbagai kemacetan yang selama ini kerap terjadi tidak terlihat lagi pada mudik kali ini.

Kecelakaan lalu lintas yang merenggut puluhan korban meninggal dunia pun tidak terdengar lagi.

Mau Tahu Harta dan Strategi Soeharto Selesaikan Masalah, Ini Kata Mantan Ajudan dan Mantan Kapolri

Wako Tangsel, Airin Rachmi Diany Punya Tips Penampilan Menawan di Hari Lebaran, Mau Tahu Tips-nya?

Lebaran 2019, Rano Karno dan Keluarga Siapkan Aneka Makanan Khas Betawi

Sibuk Promosi Film Si Doel The Movie 2, Maudy Koesnadi Malah Bersyukur Tak Mudik ke Belanda, Kenapa?

 

Kesaksian

Yang terjadi dan terpantau di lapangan oleh Tim Merapah Trans-Jawa 4.0 Kompas.com adalah perjalanan mudik yang lebih baik, lebih lancar, nyaman, aman, cepat, dan menyenangkan.

Kesaksian tak hanya disampaikan oleh satu, dua, atau tiga pemudik, melainkan oleh mereka yang bersedia diwawancara selama ekspedisi Tim Merapah Trans-Jawa 4.0 Kompas.com mulai dari Merak di Banten, hingga Probolinggo di Jawa Timur.

 

Tentu saja, fakta yang terjadi di lapangan sesuai dengan ekspektasi para pejabat negeri penyelenggara perhelatan mudik Lebaran 2019.

Mulai dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), Kepolisian Republik Indonesia, Kementerian Kesehatan, dan berbagai pihak yang terlibat, termasuk masyarakat.

"Mudik tahun ini adalah tentang happiness. Kembali pulang ke kampung halaman dengan perasaan gembira, bahagia, suka cita. Mudik adalah perjalanan yang menyenangkan," tutur Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Sosok-sosok berjasa

Sebenarnya banyak sosok berjasa dalam kelancaran Mudik 2019. 

Mereka bertugas di lapangan dengan kontribusi demikian signifikan bagi kenyamanan, keamanan, keselamatan dan perasaan gembira saudara-saudara pemudiknya.

Tak cuma bekerja keras hingga puluhan jam tanpa jeda, mereka juga rela berpisah dengan keluarga tercinta.

Bahkan, ada di antara mereka yang berkali-kali Lebaran, tak kunjung pulang demi memastikan masyarakat Indonesia dapat bertemu handaitulan.

Sebagaimana dikutip Wartakotalive.com dari Kompas.com, berikut ini beberapa sosok yang berjasa di balik lancarnya arus mudik Lebaran 2019:

1. GM Jasa Marga Jakarta - Cikampek Raddy R Lukman

Bagi pria kelahiran Bogor 6 November 1967 ini, kelancaran dan keselamatan para pemudik adalah hal utama. Untuk itu berbagai upaya dan strategi dilakukan untuk kemudian dievaluasi dan diperbaiki.

Terkait kelancaran pemberlakuan one way di Tol Jakarta - Cikampek KM 70, menurut Raddy bukan tanpa strategi. Semua dilakukan secara terencana dan terjadwal.

Sosialisasi juga dilakukan, termasuk perubahan-perubahan waktu pelaksanaan, dan area penerapannya.

"Kami selalu rapat, berkoordinasi lintas instansi, melalui grup media sosial dan lain-lain," sebut Raddy.

Kerja yang demikian intensif, memaksa Raddy untuk tidak berleha-leha, walau barang sejenak.

Dia mengaku hanya tidur rata-rata 2,5 jam per hari selama perhelatan mudik tahun ini.

"Pukul 00.00 WIB sebisa mungkin istirahat, dan harus terjaga kembali pukul 03.00 WIB untuk sahur dan lanjut memantau situasi lalu lintas di lapangan, termasuk persiapan rekayasa lalu lintas one way pada pagi hari pukul 06.00 WIB," kisah Raddy.

GM Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek Raddy R Lukman
GM Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek Raddy R Lukman (Kompas.com/Dani Prabowo)

Nyaris 24 jam

Rutinitas ini terus berlangsung selama beberapa hari.

Bahkan, saat pembukaan Gerbang Tol (GT) baru Cikampek Utama, suami dari Cherry Zulviyanti Riadi Lukman ini tidak tidur hampir 24 jam.

Namun, berkat kerja ikhlas, selalu berdoa, dan semangat pelayanan, Raddy mampu melaluinya dengan baik.

Tantangan terberatnya saat menjalankan tugas di Tol Jakarta - Cikampek yang menjadi wilayah "kekuasannya" adalah menjaga emosi serta mempertahankan semangat kerja anggota timnya.

"Ini demi membangun energi positif, sehingga semua pengguna jalan tol terlayani dengan baik," imbuh ayah dua putri dan satu putra ini.

2. Kapolres Cirebon AKB Suhermanto

Sosoknya tak asing lagi bagi pewarta dalam setiap peristiwa mudik. Tak terkecuali penyelenggaraan tahun 2019 ini.

Suhermanto adalah "pimpinan" wilayah dengan titik krusial kemacetan paling tinggi untuk koridor Tol Trans - Jawa, Jalan Nasional Pantai Utara (Pantura), serta jalur-jalur lingkungan, yakni Kabupaten Cirebon.

"Wilayahnya memang sangat luas. Kami harus menjangkaunya mulai dari ibu kota kabupaten hingga tingkat kecamatan dan kelurahan," tuturnya.

"Semua infrastruktur yang dilintasi pemudik adalah ladang pelayanan kami," imbuh Suhermanto.

Maka, tak mengherankan jika perangkat komunikasi pribadinya terus-menerus berdering adalah demi memastikan strategi pengamanan mudik berlangsung sesuai dengan skenario.

Serupa dengan Raddy, Suhermanto pun tak bisa meninggalkan tugas dan tanggung jawabnya hanya untuk menutup mata sejenak dan mengistirahatkan pikiran.

"Tidak bisa seperti itu. Ini adalah panggilan tugas. Kami harus siap, sedia, dan siaga," ucap dia.

KAPOLRES Cirebon AKBP Suhermanto memberikan keterangan pada sejumlah pekerja media usai pengamanan satu rombongan di kilometer 229 Tol Kanci ? Pejagan, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, Rabu (22/5/2019). Polisi menemukan satu buah stik besi, pesan provokasi ajakan people power di alat komunikasi penumpang.
KAPOLRES Cirebon AKBP Suhermanto memberikan keterangan pada sejumlah pekerja media usai pengamanan satu rombongan di kilometer 229 Tol Kanci,Pejagan, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, Rabu (22/5/2019). Polisi menemukan satu buah stik besi, pesan provokasi ajakan people power di alat komunikasi penumpang. (Kompas.com/Muhamad Syahri Romdhon)

Tim urai

Lancarnya arus mudik di wilayah Kabupaten Cirebon, termasuk Tol Cikopo - Palimanan, Tol Palimanan - Kanci, atau jalur pantura adalah berkat koordinasi, dan sinergi lintas sektor, serta strategi terukur dengan target-target yang serba lebih baik.

"Kami selalu berkomunikasi, berkoordinasi, dan bersinergi. Tidak saja dengan Pemerintah Daerah, juga dengan Badan Usaha Jalan tol (BUJT). Karena sistem one way di Tol Trans - Jawa, membuat kami harus mempersiapkan langkah antisipatif yang tepat," jelas Suhermanto.

 Oleh karena itu, Polres Cirebon jauh-jauh hari telah menyiapkan sejumlah skenario.

Di antaranya membentuk Tim Urai yang bertugas memantau, mengurai, dan mengamankan arus mudik Lebaran 2019.

Tim Urai ini ditempatkan di sejumlah lokasi Jalur Pantura di wilayah kewenangan Kabupaten Cirebon.

Mereka dibekali dengan perangkat telekomunikasi mutakhir, dan mengendarai sepeda motor yang bisa bergerak cepat, lincah, dan efektif.

"Kami kerja jemput bola. Tidak harus menunggu lalu lintas padat. Pokoknya, setiap ada jalur yang tersendat, kami selalu siap mengurainya," tegas Suhermanto.

Seperti diketahui, Cirebon merupakan titik krusial dan perlintasan lalu lintas dari barat menuju tengah dan timur Pulau Jawa.

3. Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Karawang Aipda Ali Idrus

Sosoknya ramah dan supel dalam berkomunikasi. Namun, ketegasan sikap dan caranya mengambil keputusan demikian lugas.

Dialah Aipda Ali Idrus yang bertugas di Pos Pengamanan Simpang Jomin, Kabupaten Karawang.

Kanit Turjawali Sat lantas Polres Karawang Aipda Ali Idrus di Simpang Jomin, Kabupaten Karawang, Senin (3/6/2019).
Kanit Turjawali Sat lantas Polres Karawang Aipda Ali Idrus di Simpang Jomin, Kabupaten Karawang, Senin (3/6/2019). (Kompas.com/Hilda B Alexander)

Simpang Jomin kala Jalan Tol Trans - Jawa belum dibangun, tidak hanya digunakan oleh pemudik yang mengalir ke arah timur, barat, dan selatan Jawa, melainkan juga pedagang kaki lima, pasar tumpah, dan juga warga Karawang yang beraktivitas sehari-hari.

Simpang Jomin ini juga beken sebagai "jalur neraka" karena kemacetan di sini bisa berlangsung puluhan jam.

Idrus dan timnya sampai dibuat tak tidur berhari-hari demi mengurusi legenda infrastruktur satu ini.

Bahkan, pria asal Bandung ini rela berkali-kali tak berlebaran bersama keluarga.

"Kalau pun bisa istirahat, paling hanya 15 menit. Itu pun tidur ayam. Tapi ini kan tugas. Kami berusaha melayani masyarakat dengan baik, agar mereka perjalanan mudiknya lancar," imbuh dia.

Idrus dan timnyalah yang membuat Simpang Jomin jauh lebih lancar, cenderung sepi pada musim mudik tahun ini. 

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Ini Sejumlah Sosok yang Berjasa Demi Kelancaran Mudik 2019, Tinggalkan Keluarga dan Nyaris Tak Tidur

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved