Breaking News:

Lebaran Idul Fitri

Sejarah dan Tradisi Makan Ketupat pada Hari Raya Idul Fitri

Hidangan yang identik menemani Lebaran adalah ketupat. Ketupat menjadi makanan yang selalu ada di meja makan di masa Lebaran.

iStockphoto/Novian Fazli
ketupat 

TRIBUNBATAM.id - Hari Raya Idul Fitri menjadi momentum untuk berkumpul bersama keluarga besar. Salah satu yang tak terpisahkan dari perayaan ini biasanya adalah makan bersama. 

Hidangan yang identik menemani Lebaran adalah ketupat. Ketupat menjadi makanan yang selalu ada di meja makan di masa Lebaran.

Terbungkus apik dengan janur berwarna hijau kekuningan, ketupat sangat cocok dipadukan dengan masakan berkuah lainnya. 

Namun, ada makna yang terkandung dalam ketupat yang sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Muslim di Nusantara.

Inilah 10 Ucapan Idul Fitri 2019 / 1440 H yang Cocok Dibagikan di WhatsApp dan Media Sosial

Rudi dan Amsakar Sholat Ied di Dataran Engku Putri, Usai Sholat Lanjut Open House

Tata Cara Baca Niat Sholat Ied Idul Fitri 1 Syawal 1440 H dan Sunah Mandi Wajb 

Tak Perlu Takut Makan Bersantan saat Lebaran, Konsumsi Bahan Alami ini Dijamin Kolesterol Stabil

Ada filosofi kuat, kenapa tradisi memakan ketupat saat Lebaran masih dilaksanakan sampai sekarang. 

Sejarawan Universitas Padjadjaran Bandung, Fadly Rahman, mengungkapkan bahwa awalnya ketupat bukan identik dengan tradisi Islam atau Lebaran.

"Ketupat sudah ada pada masa pra-Islam dan tersebar di wilayah hampir di Asia Tenggara dengan nama yang berbeda-beda. Selain itu, ketupat juga identik dengan tradisi animisme," ujar Fadly kepada Kompas.com. 

Dulu masyarakat agraria yang tersebar di Nusantara memiliki tradisi menggantung ketupat di tanduk kerbau untuk mewujudkan rasa syukur karena panen yang dihasilkan.

Tak berhenti di situ, sampai sekarang juga masih ada tradisi dari masyarakat Indonesia yang melakukan tradisi yang sama dengan menggantungkan ketupat

Bedanya, mereka menggantungkan ketupat yang masih kosong di depan pintu rumah untuk menolak bala atau pengaruh negatif yang masuk. 

Halaman
123
Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved