Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad soal Lebih Didahulukan Puasa Syawal Atau Puasa Ganti

Setelah menjalankan puasa Ramadan selama satu bulan penuh, biasanya umat Islam akan melaksanakan puasa syawal.

TRIBUNBATAM.id - Setelah menjalankan puasa Ramadan selama satu bulan penuh, biasanya umat Islam akan melaksanakan puasa syawal.

Puasa syawal biasanya dilaksanakan oleh umat Islam selama enam hari.

Seperti yang disebutkan dalam sabda Rasulullah yang berbunyi: "Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun" (HR. Muslim).

Namun, selama menjalankan puasa ramadan sebulan penuh, banyak umat muslim terutama wanita batal puasanya karena suatu hal.

Wanita biasanya batal menjalankan puasa dikarenakan mengalami haid.

Momen Lebaran dengan Tradisi Unik, Perang Ketupat Hingga Pasang Lampu Warna-warni

Mudik ke Bandung, Nagita Slavina Lebaran Pakai Baju Rp30 Juta, Warganet Salfok pada Benda Kecil Ini

HP SMARTPHONE TERBARU, Segini Harga dan Spesifikasi Vivo Y12, Siap Lawan Redmi Note 7

Anggap Seperti Keluarga, Ruben Onsu Beri Uang THR untuk Adik-adik Julia Perez

 

Jika seorang Muslim batal puasa selama di bulan ramadan, dia harus menggantinya dengan puasa ganti atau puasa qadha.

 

Lalu, lebih didahulukan mana puasa syawal atau puasa ganti?

Dikutip dari TribunStyle.com, Ustaz Abdul Somad atau biasa dipanggil UAS, menjelaskan tentang lebih diutamakan mana puasa syawal atau puasa ganti.

Menurut Ustaz Abdul Somad, puasa ganti atau puasa qadha merupakan ibadah yang harus diprioritaskan terlebih dahulu.

"Ibu-ibu yang kemarin punya hutang 7 hari, nanti selesai Ramadhan masuk bulan Syawal Qadha (puasa ganti) dulu 7 hari," jelasnya.

"Nanti setelah puasa 7 hari baru puasa 6 (Puasa Syawal)," imbuhnya.

 

Halaman
123
Editor: Rio Batubara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved