Terungkap, Inilah Awal Mula Tradisi Ziarah saat Lebaran, dan Begini Manfaatnya

Praktik mengunjungi pemakaman sebenarnya tidak hanya dilakukan di Indonesia saja. Hampir seluruh kebudayaan di dunia memiliki ritual untuk menghormati

Terungkap, Inilah Awal Mula Tradisi Ziarah saat Lebaran, dan Begini Manfaatnya
Dado Ruvic/Reuters
Seorang wanita berziarah di makam Potocari yang berlokasi di Srebenica, Bosnia Herzegovina 

TRIBUNBATAM.id - Praktik mengunjungi pemakaman sebenarnya tidak hanya dilakukan di Indonesia saja. Hampir seluruh kebudayaan di dunia memiliki ritual untuk menghormati leluhur yang telah meninggal, diiringi dengan pemanjatan doa serta praktik lainnya.

Lantas, sejak kapan tradisi ini terpelihara? Apa pula yang mendasari nenek moyang melakukan ritus tersebut? Serta, bagaimana ritus tersebut bisa mempengaruhi kehidupan manusia?

Praktik mengunjungi pemakaman sebenarnya tidak hanya dilakukan di Indonesia saja. Hampir seluruh kebudayaan di dunia memiliki ritual untuk menghormati leluhur yang telah meninggal, diiringi dengan pemanjatan doa serta praktik lainnya.

Saat Sepi, Pengunjung Jembatan Barelang Batam Bisa Mengabadikan Momen Foto Tak Biasa

Sepi Permintaan Usai Lebaran, Cabai yang Sempat Tembus Rp 140.000 per Kg di Batam, Kini Dijual Murah

Remaja Perempuan Korban Pelecehan Seksual Ini Akhirnya Meninggal setelah Tulis Buku yang Mengharukan

 

Lantas, sejak kapan tradisi ini terpelihara? Apa pula yang mendasari nenek moyang melakukan ritus tersebut? Serta, bagaimana ritus tersebut bisa mempengaruhi kehidupan manusia?

Memento mori

Di kebudayaan klasik Yunani dan Romawi kuno, ziarah kubur dikenal istilah memento mori, yang secara harfiah berarti ‘ingatlah akan kematian’.

Hal ini serupa dengan berbagai praktik untuk mengunjungi pemakaman dan penghormatan terhadap leluhur di kebudayaan lainnya, yakni untuk mengingat bahwa kehidupan suatu saat akan berakhir.

Kematian merupakan subjek yang umum dibicarakan, karena dapat kita jumpai hampir setiap harinya. Namun, menyadari kematian diri sendiri yang tidak terelakan dan dapat menjemput kapan saja, merupakan hal yang jarang singgah di pikiran kita.

VIDEO, Disulut Suara Bersik Knalpot Racing, Warga di 2 Desa Bentrok, 56 Rumah Dibakar Saat Lebaran

Bak Model, Inillah Sosok Clarizha, Satpam Cantik Terminal yang Pilih Jadi Petugas Keamanan

Berkontempelasi mengenai kematian merupakan salah satu hal yang dapat mendorong kita menjalani hidup dengan sepenuh hati. Manusia menjadi termotivasi untuk menjaga hubungan baik dengan orang di sekitar kita, mengerjakan aktivitas semaksimal mungkin, dan mensyukuri waktu yang kita habiskan bersama orang yang berharga bagi kita.

Dalam menyikapi kematian, mungkin kita merupakan spesies yang unik. Kebanyakan hewan tidak memahami konsep kematian. Bagi mereka, jasad hanyalah suatu objek, bukan jenazah sisa kerabat atau sesamanya.

Halaman
123
Editor: Aminnudin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved