Pelaku Bom Bunuh Diri Kartasura Pernah Ajak Orang Tuanya untuk Bergabung, Ini Jawaban Orang Tuanya

Hal tersebut memang dibenarkan oleh Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Mabes Polri.

Pelaku Bom Bunuh Diri Kartasura Pernah Ajak Orang Tuanya untuk Bergabung, Ini Jawaban Orang Tuanya
TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO
Sejumlah petugas bersiaga di sekitar lokasi dugaan bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura Polres Sukoharjo, tepatnya di Tugu Kartasura, Selasa (4/6/2019) dini hari 

TRIBUNBATAM.id - Rofik Asharudin (22), pelaku bom bunuh diri di Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, sempat berkomunikasi dengan pimpinan ISIS melalui Facebook (FB). 

Hal tersebut memang dibenarkan oleh Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Mabes Polri.

"Iya, (berkomunikasi dengan pimpinan ISIS melalui FB, dari hasil pemeriksaan sementara, kemudian hasil keterangan orang tuanya.

Karena orang tuanya juga sempet diajak untuk backup ikut kepada jaringan ISIS," ujar Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (7/6/2019).

Seorang Ibu Hamil Nyaris Melahirkan di Lokasi Open House Keluarga Jusuf Kalla

Sering Alami WhatsApp Kamu Diblokir, Ini Tiga Cara Jitu Kirim Pesan ke Orang yang Blokir WhatsApp-mu

Blunder John Stones dan Kyle Walker Sebabkan Inggris Kalah, Makian dan Meme Lucu Buat Keduanya

Resmi Rilis, Ini Lirik dan Video Klip Lagu Don;t Need Your Love Kolaborasi NCT Featuring HRVY

Menurutnya, orang tua pelaku sempat diajak Rofik Asharudin untuk mendukung suicide bomber, namun keduanya menolak permintaan sang anak. 

Disinggung mengenai tidak adanya laporan dari orang tua terkait terpaparnya sang anak oleh paham radikal, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu mengatakan karena orang tua yang bersangkutan tidak paham secara menyeluruh. 

Orangtua Rofik Asharudin, kata dia, belum yakin apakah Rofik Asharudin benar-benar terpapar secara mendalam oleh suatu paham radikal yang dikembangkan oleh ISIS. 

"Namun orang tuanya sudah mengingatkan kepada anaknya untuk tidak usah mengikuti hal-hal yang sifatnya radikalnya terlalu ektrem, itu membahayakan," ucapnya. 

"Karena memang tingkat pengetahuan yang bersangkutan (Rofik Asharudin) terhadap pemahaman agama itu sangat kurang. Oleh karenanya sangat mudah terpapar oleh paham-paham radikal yang esktrem itu," imbuh Dedi.

Tim Densus 88 Antiteror pun masih mendalami sejumlah teman tersangka yang diketahui pernah berkomunikasi dengan Rofik Asharudin lewat FB.

"Beberapa temannya yang berkomunikasi lewat FB ini masih di dalami," tukasnya. 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ternyata Pelaku Bom Bunuh Diri Sudah Diingatkan Orangtua Jangan Ikut Gerakan Radikal
 
Editor: Thom Limahekin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved