Sering Menyebut Ikan Paus? Jangan Sampai Salah Lagi, Paus Bukan Ikan, Tapi Mamalia, Ini Buktinya

Ya, masih banyak orang yang salah menyebut paus sebagai ikan, yakni “ikan paus”, meskipun mereka sebetulnya mamalia. Apakah Anda salah satunya?

Sering Menyebut Ikan Paus? Jangan Sampai Salah Lagi, Paus Bukan Ikan, Tapi Mamalia, Ini Buktinya
Istimewa
paus abu-abu di Guerrero Negro, Meksiko 

TRIBUNBATAM.id - Sering menyebut paus dengan kata ikan? atau biasa menyebut ikan paus?Ternyata, Kamu keliru! 

Ya, masih banyak orang yang salah menyebut paus sebagai ikan, yakni “ikan paus”, meskipun mereka sebetulnya mamalia. Apakah Anda salah satunya?

Dilansir dari ThoughtCo., paus dan anggota ordo cetacea lainnya, seperti lumba-lumba dan pesut, tergolong mamalia, walaupun sepenuhnya hidup di dalam air.

DUS, Mulan Jameela Blak-blakan Pernah Incar Pria Lain Saat Mengaku Menikah dengan Ahmad Dani, Siapa?

Antonio Conte Tukangi Inter Milan, Siap-Siap Radja Nainggolan dan Mauro Icardi Tak Dipakai Conte

Hal ini karena mereka memenuhi empat karakteristik utama dari mamalia, yaitu berdarah panas, melahirkan dan menyusui anaknya, menghirup oksigen, dan berambut.

Berdarah panas Paus memiliki lapisan lemak bawah kulit yang membantu menjaga suhu tubuh agar tetap panas. Untuk menghasilkan panas, paus juga berenang dan mencerna makanan.

Suhu tubuh yang panas ini membantu paus untuk dapat bermigrasi dan hidup di berbagai perairan, dari yang sangat dingin seperti di kutub hingga yang hangat seperti di daerah tropis. Melahirkan dan menyusui anaknya.

Simak Bocoran Spesifikasi Oppo A1s, Ponsel Murah Meriah dari Oppo

VIDEO Kelucuan Jan Ethes Layani Pertanyaan Wartawan hingga Bergaya bak Paskibra

Tidak seperti ikan yang bertelur, paus melahirkan anaknya setelah mengandung selama sembilan sampai 15 bulan.

Setelah lahir, anak-anak ini kemudian meminum susu yang dihasilkan oleh kelenjar susu paus betina selama setahun. Pada masa tersebut, induk betina mengajari anak-anaknya lokasi untuk mencari makan dan berkembang biak, serta cara untuk melindungi diri dari predator.

Sejak SD kita telah diajari bahwa ikan bernapas menggunakan insang. Nah, paus tidak bernapas menggunakan insang, tetapi paru-paru. Ya, Anda tidak salah baca. Paus memiliki paru-paru dan mereka bernapas melalui lubang di tengkorak mereka ketika keluar dari air.

Untuk diketahui, beberapa spesies paus bisa bertahan di bawah air hingga 90 menit, meskipun mayoritas hanya mampu menahan napas 20 menit.

Punya rambut Tidak banyak yang mengetahui, tetapi paus punya rambut, setidaknya sekali dalam hidup mereka. Mayoritas spesies kehilang rambut mereka sebelum dilahirkan, tetapi ada juga yang mampu mempertahankan rambut di area kepala atau sekitar mulut mereka.

Paus bungkuk, misalnya, memiliki bonggol-bonggol di kepala yang rupanya adalah folikel rambut. Inilah sebabnya, beberapa paus bungkuk dewasa memiliki rambut yang keluar dari bonggol-bonggol tersebut. Memiliki tulang keras Tengkorak paus, seperti cetacea umumnya, terbuat dari tulang keras yang dilewati oleh darah. Ini kebalikan dari ikan yang tengkoraknya terbuat dari tulang rawan yang tipis, fleksibel dan dapat mengapung di air.

Cara renang yang berbeda Jika Anda masih belum bisa menerima bahwa paus bukan ikan, amati caranya berenang. Ikan pada umumnya berenang maju dengan menggerakan ekornya ke samping, tetapi paus melengkungkan punggungnya dan menggerakkan kakinya naik-turun untuk berenang maju. (***)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jangan Sampai Salah Lagi, Paus Bukan Ikan, tetapi Mamalia,https://sains.kompas.com/read/2019/06/07/180700023/jangan-sampai-salah-lagi-paus-bukan-ikan-tetapi-mamalia

Editor: Aminnudin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved