Anaknya Menderita Kanker, Dokter Ini Mencekik Putrinya Dengan Kantok Plastik Hingga Tewas  

Mehrnaz Didgar mencekik Eline dengan kantong plastik di atas mulut dan hidungnya selama lima belas menit. Setelah membunuh putrinya, Mehrnaz Didgar me

Anaknya Menderita Kanker, Dokter Ini Mencekik Putrinya Dengan Kantok Plastik Hingga Tewas  
shutterstock/tribunlampung
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id - Seorang dokter ahli bedah saraf ternama di Belgia, baru-baru ini membuat publik geram.

Pasalnya, ia tega mencekik putrinya yang menderita kanker dengan kantong plastik hingga tewas. 

Melansir dari Mirror, Mehrnaz Didgar (51) membunuh putrinya yang berusia 14 tahun, Eline.

Pengadilan di Leuven, sebuah kota di provinsi Belgia memberi hukuman lima tahun penjara untuk Mehrnaz Didgar.

Mehrnaz Didgar juga diperintahkan untuk mencari bantuan psikologis.

Anji Bocorkan Lirik yang Ditulis SBY Tentang sang Istri, Buat Lagu untuk Ani Yudhoyono

Diduga Khatib Ceramah soal Politik, Jamaah Bubar saat Dengarkan Khutbah Sholat Idul Fitri

Dokter Asal Singapura Dipecat, Gara-gara Sebut Perempuan Layak Diperkosa 

Gegara Tak Ada Jaringan Internet saat Mudik ke Kampung Kakeknya, Bocah Ini Menangis dan Mengamuk

Hakim Peter Hartoch menyebut persidangan kali ini terberat dan paling sulit dalam karirnya. 

Tetapi, hakim mengatakan ada cukup alasan untuk bersikap lunak, lantaran terdakwa tak memiliki catatan kriminal dan memiliki rasa bersalah yang besar. 

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah merekomendasikan hukuman 26 tahun penjara.

Sementara pengacara Mehrnaz Didgar, Jef Vermassen memohon hukuman kliennya ditangguhkan.

"Pembunuhan anak adalah satu-satunya kejahatan yang dilakukan karena cinta," ujar Jef Vermassen.

Halaman
123
Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved