Arak, dari Minuman Kelas Kampung, Kini Menjadi Minuman Keras Berkelas di London

Di London, arak naik kelas menjadi minuman kelas atas dan disajikan di beberapa restoran paling trendi di London, seperti Dishoom dan Hoppers

Arak, dari Minuman Kelas Kampung, Kini Menjadi Minuman Keras Berkelas di London
YouTube
Penampilan baru arak Sri Lanka yang bernama Ceylon Arrack yang dijual di bar kelas atas Eropa 

Artikel BBC London

TRIBUNBATAM.id, LONDON - Siapa yang tak kenal arak, minuman beralkohol yang berasal dari getah bunga kelapa dan sudah menjadi minuman favorit di Asia Tenggara dan Asia Selatan selama berabad-abad, termasuk Indonesia.

Di Asia, termasuk Indonesia, arak adalah minuman tradisional dan banyak ditemukan di warung-warung kecil.

Tetapi produsen arak Sri Lanka mencoba untuk membawa minuman itu ke kancah global, tulis wartawan BBC Ayeshea Perera di Kolombo.

Di London, arak kemudian naik kelas menjadi minuman kelas atas dan disajikan di beberapa restoran paling trendi di London, seperti Dishoom dan Hoppers.

Niels Hoegel, Perawat yang Membunuh 85 Pasien, Jumlah Korban Diduga Capai 200. Benarkah RS Tahu?

Polda Sumsel Punya Dua PR Kasus Mutilasi, Setelah Vera Oktaria Kini Karoman

Putra Jokowi, Kaesang Pangarep Protes kepada Ayahnya Karena Hal yang Satu Ini

Mendiang penulis makanan dan perjalanan Anthony Bourdain menggambarkannya seperti mencicipi "perpaduan bourbon dan rum, tetapi lebih menendang dan sensasi yang membakar dan wangi yang misterius".
Namun pembuat arak Sri Lanka percaya minuman itu masih jauh di bawah pencapaian semestinya terkait pengakuan dan apresiasi internasional.

Selama bertahun-tahun, arak dianggap "kelas rendahan" untuk dianggap serius sebagai alkohol premium.

Bahkan di Sri Lanka, kaum elit di ibukota Kolombo lebih suka wiski Scotch, anggur atau rum.

A toddy tapper on a coconut tree in Sri Lanka
Arak disuling dari getah bunga kelapa atau nira, yang diambil dengan manual (Amila Gamage)

Pembuat arak juga harus menghadapi pandangan pemerintahan Sri Lanka bahwa meski dapat memberikan pendapatan, industri alkohol lokal adalah pengaruh yang buruk bagi masyarakat, bukannya bisnis yang harus dipupuk.

Tempat penyulingan dikenakan pajak yang tinggi, dan iklan alkohol dilarang.

Terlepas dari hambatan ini, upaya untuk meningkatkan kualitas dan profil minuman di dalam dan di luar negeri tampaknya membuahkan hasil.

Halaman
1234
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved