Karoman Korban Mutilasi Ingin Belikan Handphone untuk Putranya, Uang Makan Dihemat untuk Beli Ponsel

"Suami saya setiap hari cari nafkah. Dia selalu memperhatikan keluarga dan tidak punya masalah dengan siapapun," ujar Mardiah kepada TribunSumsel.com

Karoman Korban Mutilasi Ingin Belikan Handphone untuk Putranya, Uang Makan Dihemat untuk Beli Ponsel
TRIBUNSUMSEL.COM/GUNG DWIPAYANA
Mardiah menunjukkan foto Karoman semasa hidup. 

"Kali ini petani, kadang nyari ikan. Cari duit Rp 50 ribu sehari, beli beras satu kilo, lauk, jajan sekolah anak, ya terima di situ. Uang hasil kerja habis untuk hati itu, uang untuk besok lain lagi," ucap Mardiah.

Mardiah, istri Karoman, korban pembunuhan dan mutilasi di Sungai Pinang, Ogan Ilir
Mardiah, istri Karoman, korban pembunuhan dan mutilasi di Sungai Pinang, Ogan Ilir (TRIBUNSUMSEL.COM/AGUNG DWIPAYANA)

"Kalau mau ngurus jemput (jenazah) suami rasanya agak berat. Sekarang sedang diusahakan, mudah-mudahan ada yang mau bantu," imbuhnya.

Hingga saat ini, yang bisa dilakukan keluarga hanyalah mendoakan arwah almarhum dan berharap proses pemulangan dan pemakaman jenazah berjalan lancar.

"Mudah-mudahan saja bisa (memulangkan jenazah) Senin ini," tukas Mardiah sambil sesekali menyapu air mata.

Mardiah, istri Karoman korban mutilasi di Ogan Ilir, hingga kini tak menyangka suaminya meninggal dengan cara sadis dengan kondisi tubuh tidak utuh.

Karoman ditemukan tewas tanpa kepala dan kedua tangan di sebuah rawa di Desa Pinang Mas, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir (OI) pada Kamis (6/6/2019) pukul 10.00.

Kini jenazah masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel, sembari menunggu potongan kepala dan kedua tangan yang masih dicari polisi dan warga desa setempat.

Mardiah sebagai istri sangat terpukul atas kepergian suami tercinta.

Baginya, Karoman merupakan sosok suami yang santun dan tidak pernah menghardik, apalagi berkata kasar.

"Salah apa suami saya? Orang sebaik itu, marah pun tidak pernah. Bentak-bentak tidak pernah. Sangat lembut kalau bicara atau menasihati anak-anak kami," kata Mardiah kepada TribunSumsel.com yang menyambangi kediamannya di Desa Pinang Mas, Sabtu (8/6/2019).

Polisi Periksa 7 Saksi Terkait Kasus Mutilasi Karoman di Ogan Ilir, Kepala & Tangan Belum Ditemukan

Hasil Autopsi Banyak Ditemukan Luka Bekas Senjata Tajam di Tubuh Korban Mutilasi Ogan Ilir

Bagian Tubuh Masih Hilang, Baju dan Tanda Khusus Buat Keluarga Yakin Jenazah Mutilasi adalah Karoman

Identitas Korban Mutilasi di Sungai Pinang Ogan Ilir Diketahui, Kepala dan Tangan Belum Ditemukan

Halaman
1234
Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved