Sisi Gelap Kisah 'Petrus' di Era Soeharto yang Jarang Diketahui, Sering Berhadapan dengan Begal

Para preman di era 1980-an itu dikenal dengan sebutan GALI alias gerombolan anak liar yang menjadi perhatian khusus pemerintah Orba.

Sisi Gelap Kisah 'Petrus' di Era Soeharto yang Jarang Diketahui, Sering Berhadapan dengan Begal
You Tube
Kisah para gali yang berakhir di ujung peluru tajam akibat kejahatan yang mereka lakukan, tubuh gali seringnya dihiasi dengan tato seperti Yakuza atau Triad 

TRIBUNBATAM.id - Ulah preman di zaman orde baru pernah meresahkan masyarakat. Aksi mereka sudah kelewat batas sehingga pemerintah saat itu ambil sikap tegas dengan menurunkan penembak misterius.

Para preman di era 1980-an itu dikenal dengan sebutan GALI alias gerombolan anak liar yang menjadi perhatian khusus pemerintah Orba.

Akibat aksi mereka roda perekonomian RI sebenarnya sering terganggu.

 

Banyak dari para preman ini yang memanfaatkan kekuatan dan kekuasaan untuk menarik pungutan liar.

Satu contohnya adalah kawasan terminal yang sudah dikuasai oleh para gali membuat para pengusaha bus terus mengalami kerugian, banyaknya begal yang membajak bus dan truk di jalanan, dan lainnya.

FINAL UEFA NATIONS LEAGUE 2019 Portugal vs Belanda: Bukan Laga Cristiano Ronaldo vs Virgil van Dijk

Ayam Goreng Mbah Karto di Sukoharjo Populer Setelah Disebut Jan Ethes Sebagai Makanan Favoritnya

Lama Tak Terdengar, Ini Kegiatan Lovita Ho Sebagai Pemenang Masterchef Indonesia 2015

Presiden Soeharto lalu memerintahkan agar segera dibentuk tim yang beranggotakan aparat TNI/Polri ( saat itu ABRI) untuk melaksanakan operasi penumpasan kejahatan terhadap para begal yang makin marak dan merugikan.

Hingga tahun 1982, Polri di bawah pimpinan Kapolri Jenderal Awaloedin Djamin telah melakukan berbagai operasi penumpasan kejahatan.

Dilansir dari Surya.co.id, polri melancarkan Operasi Sikat, Linggis, Operasi Pukat, Operasi Rajawali, Operasi Cerah, dan Operasi Parkit di seluruh wilayah Indonesia serta berhasil menangkap 1.946 penjahat.

Meski sudah banyak penjahat yang diringkus, operasi penumpasan kejahatan terus berlanjut.

Seperti yang dilakukan oleh Komando Daerah Militer (Kodim) 0734 Yogyakarta di bawah pimpinan Kolonel Muhamad Hasbi.

Halaman
1234
Editor: Aminnudin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved