Breaking News:

Ketua DPP Demokrat Jujur: Karena Dukung Prabowo-Sandiaga, Dia Dibenci Orang Sekampung. Ini Ceritanya

Sebelumnya Jansen Sitindaon mengatakan Partai Demokrat tidak setuju kalau wakil presiden yang mendampingi Prabowo adalah Sandiaga uno.

Editor: Thom Limahekin
YouTube/KompasTV
Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon. (YouTube/KompasTV) 

TRIBUNBATAM.id - Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon kembali lagi berterus terang tentang dukungan dirinya dan partai politik yang dianutinya kepada pasangan calon nomor urut 02 Prabowo - Sandiaga.

Sebelumnya Jansen Sitindaon mengatakan Partai Demokrat menyatakan dukungan dengan menegaskan tidak setuju kalau wakil presiden yang mendampingi Prabowo adalah Sandiaga uno karena nilai jual Sandiaga belum kuat.

Kini Jansen Sitindaon mengaku lagi sempat habis-habisan mendukung pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga.

Atas dukungan yang dia berikan, Jansen Sitindaon bahkan mengaku sampai dibenci warga di kampung halamannya sendiri.

Tak hanya dibenci warga, Jansen Sitindao yang maju di Pemilihan Legislatif 2019 hanya mendapat 1.000 suara di kampung halamannya.

"Kalau ditanya sikap pribadi saya sebagai kader, maka saya sungguh sudah tidak nyaman dengan keadaan ini. Saya pribadi akan pamit baik-baik mundur dari barisan pak Prabowo ini."

"Begini, begini saya ini juga ini kan ikut berjuang habis-habisan untuk memenangkan Pak Prabowo," kata Jansen Sitindaon dikutip TribunJakarta.com dari Tribunnews.com.

Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini, Wilayah Tanjungpinang dan Bintan Diprediksi Turun Hujan

Selingkuh, Pria Ini Habisi Istrinya Lalu Bunuh Diri: Daripada Sakit Hati Mending Kamu Mati, Aku Mati

SBMPTN 2019 - Link Pendaftaran, Syarat, Tahapan, dan Berkas yang Harus Disiapkan

SBMPTN 2019 Dibuka Senin (10/6) Ini, Ini Link, Syarat, Tahapan, dan Berkas yang Harus Disiapkan

Curahan hati soal kampung halaman itu, diungkapkan Jansen Sitindaon saat menjadi narasumber di acara Apa Kabar Indonesia Malam, tvOne, Sabtu (8/6/2019).

Mulanya, Jansen Sitindaon menjawab pertanyaan soal Demokrat yang dikabarkan keluar dari Koalisi Adil Makmur.

"Mungkin nanti Bang Ray (Rangkuti) yang bisa secara terang benderang menjelaskan itu, karena istilah keluar itu kan penjelasannya itu agak sulit kalau kita lihat timeline Pemilu itu," jawab Jansen Sitindaon dikutip TribunJakarta.com dari YouTube tvOne, pada Minggu (9/6/2019).

"Begini karena ujung dari Pemilu itu kan tanggal 22 kemarin, tanggal 21 lebih tepatnya karena hasil rapat pleno Pileg dan Pilpres itu kan diputuskan KPU dini hari itu kan, apakah pasca tanggal 21 itu bangunan koalisi itu sudah selesai atau belum begitu ataukah masih ada kan begitu, mungkin Bang Ray itu sebagai pengamat Pemilu bisa menjelaskan itu," tambahnya.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved