Perbaikan Pipa Bocor Flyover Laluan Madani, ATB Minimalisir Waktu Gangguan Suplai

ATB akan melakukan perbaikan pipa bocor pada median jalan sebelum flyover Laluan Madani (Oprit) yang berada di depan gedung M3G

Perbaikan Pipa Bocor Flyover Laluan Madani, ATB Minimalisir Waktu Gangguan Suplai
ist
Tim Teknis ATB saat mempersiapkan pekerjaan relokasi pipa bocor 600 mm di flyover Laluan Madani, Senin (10/6) 

TRIBUNBATAM.id - PT Adhya Tirta Batam (ATB) akan melakukan perbaikan pipa bocor pada median jalan sebelum flyover Laluan Madani (Oprit) yang berada di depan gedung M3G. Tahapan pekerjaan akan berlangsung selama 45 hari, namun ATB akan meminimalisir durasi dampak gangguan suplai air menjadi hanya sekitar 5 jam.

“Selain meminimalisir durasi dan area terdampak, proses perbaikan juga akan mengedepankan aspek kehati-hatian agar tidak mengganggu jalur lalu lintas flyover,” ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus.

Berdasarkan hasil investigasi ATB, kebocoran terjadi di dalam abutment jembatan pada saat pembangunan pondasi flyover. Diduga, kerusakan pipa air bersih ATB diakibatkan oleh pihak pelaksana dan yang bersangkutan tidak melaporkan kerusakan tersebut.
"Kami sangat menyayangkan hal tersebut karena kebocoran pipa ini berpotensi merusak pondasi flyover dalam jangka panjang akibat tekanan air yang cukup besar,” tegas Maria.

ATB sudah mengidentifikasi kebocoran tersebut sejak dini. Namun, tingkat kesulitan yang cukup tinggi, diantaranya yaitu proses pengurusan izin yang cukup memakan waktu serta kondisi jalur lalu lintas flyover yang ramai, menyebabkan langkah perbaikan baru bisa dilakukan. Proses pengadaan material pun meski tidak singkat namun akhirnya bisa diselesaikan.

Sebelumnya ATB sudah mengambil sejumlah langkah untuk meminimalisir dampak kebocoran terhadap keandalan suplai. “Kami bekerja secepat mungkin untuk mengatasi masalah ini. Perbaikan terhadap pipa steel ukuran 600 mm akan dilakukan mulai tanggal 10 Juni 2019. Untuk meminimalisir dampak bagi pelanggan, ATB akan melakukan pengerjaan relokasi,” jelasnya.

Pekerjaan relokasi dimulai dengan pembuatan jalur pipa baru dengan memasang pipa PE 225 dan PE 160 di luar area bocor, yakni pada sebelum dan setelah potensi bocor. Pengerjaan ini sekaligus untuk perbaikan suplai di komplek Baloi One Resident, Baloi Mas, Batu Batam, Anggrek Permai, dan sekitarnya.

“Pipa bocor steel 600mm di flyover nantinya akan di putus di depan gedung M3G dan depan jembatan RS Awal Bros,” jelasnya.

Setelah jalur baru selesai, maka distribusi air akan dialihkan melalui jalur baru sehingga gangguan suplai hanya akan terjadi saat pemindahan jalur distribusi. Estimasi waktu yang dibutuhkan untuk pemindahan jalur distribusi sekitar 5 jam.

“ATB akan menginformasikan kepada pelanggan dua hari sebelum gangguan terjadi. Area terdampak adalah Baloi Mas dan sekitarnya,” jelas Maria.

ATB mengimbau kesadaran semua pihak untuk melaporkan kebocoran yang ditemui. Jika dibiarkan berlarut-larut, maka kebocoran akan membawa dampak negatif, baik secara materil maupun kualitas pelayanan.

Halaman
12
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved