Kepada Irfansyah, Pria Suruhan Kivlan Zein untuk Bunuh Dirinya, Yunarto Wijaya Bicara Begini

Namun, itulah yang dilakukan oleh Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya.

Kepada Irfansyah, Pria Suruhan Kivlan Zein untuk Bunuh Dirinya, Yunarto Wijaya Bicara Begini
Tribunnews
Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya 

TRIBUNBATAM.id - Memaafkan orang yang berencana membunuh kita adalah hal yang sulit.

Namun, itulah yang dilakukan oleh Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya.

Yunarto Wijaya mengaku sudah memaafkan orang yang berniat untuk membunuhnya.

Menurut polisi, Yunarto menjadi target pembunuhan yang direncanakan Mayjen (Purn) Kivlan Zen.

"Saya pribadi dan keluarga sudah memaafkan dan tak memiliki dendam apapun baik kepada perencana maupun eksekutor," kata Yunarto kepada Kompas.com, Rabu (12/6/2019).

Berprofesi Sebagai Reporter, Ini Deretan Fakta Menarik Dwinda Ratna, Istri Furry Setya

BERITA INTER MILAN - Reformasi Pertama Antonio Conte Sebagai Pelatih Inter Milan: Bikin Harapan

Gatot Nurmantyo Sebut Ada 2 Instansi Pemerintah yang Memfasilitasi Kasus Senjata Selundupan Soenarko

Soal Status Maruf Amin, Tim Hukum BPN Prabowo-Sandiaga: KPU Jangan Pakai Standar Ganda, Maksudnya?

Yunarto mengatakan, menjadi target pembunuhan justru membuat dia belajar kembali tentang kasih.

Memaafkan orang yang memusuhinya justru membuat dia merasa lebih bisa mensyukuri dan menikmati kehidupan.

Yunarto pun mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya terhadap langkah-langkah pengamanan yang dilakukan Polri dan TNI yang berhasil membuat situasi menjadi kondusif.

Dia mengajak semua pihak mempercayakan proses hukum yang berjalan tanpa diiringi oleh tekanan dan ujaran kebencian dari pihak manapun.

"Kejadian ini harus dilihat bukan dalam konteks keselamatan orang-orang yang ditarget. Tapi bagaimana demokrasi kita yang telah tercemar. Tercemar ujaran kebencian yang tidak bisa 'membunuh' perbedaan. Tercemar dengan aneka rupa kebohongan yang anti terhadap keberagaman," kata Yunarto Wijaya.

Yunarto Wijaya menambahkan, permainan politik identitas dalam perhelatan demokrasi harus diakui sering terjadi berbagai negara, meski bukan sesuatu yang diharapkan.

Tetapi, ketika dilumuri dengan berbagai ujaran kebencian dan hoaks, hasil akhirnya adalah terkoyaknya modal sosial sebagai bangsa.

"Ini bukan sekadar untuk disesali, tapi seyogianya menjadi pembelajaran bersama agar tak lagi terulang di waktu-waktu yang akan datang. Karena itu, jangan lelah untuk terus mencintai Indonesia. Memperkuat persatuan dan merawat kebhinekaan dalam satu tarikan napas sebagai manusia Indonesia," kata Yunarto Wijaya.

Irfansyah, satu tersangka kepemilikan senjata api ilegal, sebelumnya mengaku mendapat perintah dari Mayjen (Purn) Kivlan Zen untuk membunuh Yunarto Wijaya.

Pengakuan Irfansyah disampaikan lewat rekaman video yang diputar Polri dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Jumpa pers itu dilakukan Kepala Divisi Humas Polri Irjen M Iqbal, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjend Sisriadi, dan beberapa pejabat Polri. 

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Jadi Target Pembunuhan, Yunarto Wijaya: Saya Sudah Maafkan dan Tak Punya Dendam Apapun

Editor: Thom Limahekin
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved