Skandal Hubungan Sejenis Anwar Ibrahim Berulang ke Wakil Presiden PKR Azmin Ali, Ini Reaksi Anwar

PKR menolak politik selokan menjijikkan yang sekarang kita saksikan. Negara ini perlu fokus pada masalah ekonomi dan sosial, bukan arena tak terhormat

Skandal Hubungan Sejenis Anwar Ibrahim Berulang ke Wakil Presiden PKR Azmin Ali, Ini Reaksi Anwar
The Star Malaysia
Presiden PKR Anwar Ibrahim 

TRIBUNBATAM.ID, KUALA LUMPUR - Partai Keadilan Rakyat (PKR) angkat bicara terkait kasus video mesum sesama jenis yang menyerang Menteri Peekonomian Malaysia yang juga wakil presiden partai, Mohamad Azmin Ali.

Presiden PKR Anwar Ibrahim mengecam serangan terhadap Azmin Ali dan menuduhnya sebagai politik selokan (gutter politics).

"PKR menolak politik selokan menjijikkan yang sekarang kita saksikan. Negara ini perlu fokus pada masalah ekonomi dan sosial dan tidak terseret ke arena yang tidak terhormat ini," kata Anwar Ibrahim kepada media, seperti dilansir TribunBatam.id dari The Star Online.

Menteri Ekonomi Malaysia Azmin Ali Bantah Bahwa Video Panas Sesama Jenis Adalah Dirinya: Saya Jijik!

Video Hubungan Sesama Jenis Disebut-sebut Seorang Menteri Malaysia Beredar, Pasangannya Buka Suara

SADIS! Ibu Sibuk Minum, Ayah Main Game dan Tinggalkan Bayinya Seminggu di Rumah Sampai Meninggal

Video skandal seperti ini memangt kerap terjadi di Malaysia untuk menjatuhkan reputasi dan karir seorang politisi. Bahkan Anwar Ibrahim juga pernah dihancurkan dalam kasus serupa belasan tahun silam.

Video skandal ini semakin membuat heboh Malaysia setelah kepala pemuda PKR Muhammad Haziq Abdul Aziz membuat pengakuan di Facebook pada Rabu pagi.

Modusnya mirip dengan kasus Anwar Ibrahim satu dekade silam.

Kejadiannya juga bulan Juni, Mohd Saiful Bukhari Azlan melayangkan laporan ke polisi bahwa ia disodomi oleh Anwar di sebuah kondominium di Damansara pada 26 Juni 2008.

Tuduhan dengan bukti lemah --karena pengadilan menolak sampel DNA yang diajukan Anwar-- membuat karir politik dan pemerintahan Anwar yang kala itu menjabat Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Keuangan lumpuh karena ia dipenjara.

Saat itu, yang dituduh melakukan rekayasa adalah PM Mahathir Mohamad.

Pada 9 Januari 2012, pengadilan federal membebaskan Anwar dari tuduhan, namun pada Bulan Juli, jaksa melayangkan banding dan Anwar harus kembali harus disibukkan dengan kasus tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved