Yunarto Wijaya. Jadi Target Pembunuhan, Taruhan Pindah ke Korea Utara Hingga Bela Fadli Zon

Bahkan, Yunarto Wijaya pernah bertaruh dengan seorang netizen yang mengecamnya bahwa ia akan pindak ke Korea Utara jika Prabowo menang.

Yunarto Wijaya. Jadi Target Pembunuhan, Taruhan Pindah ke Korea Utara Hingga Bela Fadli Zon
Tribunnews
Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya 

TRIBUNBATAM.id -  Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menjadi target pembunuhan .

Yunarto Wijaya mengaku sudah memaafkan orang yang berniat untuk membunuhnya.

Menurut polisi, Yunarto menjadi target pembunuhan yang direncanakan Mayjen (Purn) Kivlan Zen.

"Saya pribadi dan keluarga sudah memaafkan dan tak memiliki dendam apapun baik kepada perencana maupun eksekutor," kata Yunarto kepada Kompas.com, Rabu (12/6/2019).

 Berprofesi Sebagai Reporter, Ini Deretan Fakta Menarik Dwinda Ratna, Istri Furry Setya

 BERITA INTER MILAN - Reformasi Pertama Antonio Conte Sebagai Pelatih Inter Milan: Bikin Harapan

 Gatot Nurmantyo Sebut Ada 2 Instansi Pemerintah yang Memfasilitasi Kasus Senjata Selundupan Soenarko

 Soal Status Maruf Amin, Tim Hukum BPN Prabowo-Sandiaga: KPU Jangan Pakai Standar Ganda, Maksudnya?

Hal yang sama juga diungkapkannya di akun Twitternya yang memiliki follower lebih dari 300 ribu orang.

Yunarto Wijaya memang termasuk pimpinan lembaga survei yang aktif mempertahankan hasil survei dan quick count Pemilu dan Pilpres.

Sebagai akademisi dan pimpinan lembaga survei, ia berusaha objektif dan mempertahankan serta menjamin keilmiahan hasil lembaga survei meskipun sering berdebat di media sosial.

Bahkan, Yunarto Wijaya pernah bertaruh dengan seorang netizen yang mengecamnya bahwa ia akan pindah ke luar negeri bahkan Korea Utara, jika Prabowo menang.

Karena sikapnya itu, tidak heran jika ia dianggap sebagai "juru bicara" penggiring opini kemenangan Jokowi oleh kubu pendukung Prabowo.

Karena ia mempertahankan kebenaran survei, Yunarto Wijaya juga seringkali meluruskan hoax, termasuk membela Fadli Zon yang disebut netizen kalah dalam Pemilu Legislatif.

Yunarto mengatakan bahwa dari hasil survei, Fadli Zon malah memiliki suara tertinggi di dapilnya, Bogor.

Benarkah Fadli Zon Tak Lolos ke Senayan? Simak Sejumlah Fakta yang Dibeberkan Yunarto Wijaya Ini

Pernyataan Yunarto ini terbukti benar, Wakil Ketua Umum Garindra yang juga Wakil Ketua DPRRI ini meraih suara terbanyak di Jawa Barat V, mengalahkan politisi PDIP Adian Napitupulu di Dapil yang sama.

Beberapa waktu lalu, Yunarto Wijaya sempat mengungkapkan cuitan bahwa ada orang yang mengancamnya, termasuk yang datang ke kantornya.

Yunarto mengatakan, menjadi target pembunuhan justru membuat dia belajar kembali tentang kasih.

Memaafkan orang yang memusuhinya justru membuat dia merasa lebih bisa mensyukuri dan menikmati kehidupan.

Yunarto pun mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya terhadap langkah-langkah pengamanan yang dilakukan Polri dan TNI yang berhasil membuat situasi menjadi kondusif.

 Dia mengajak semua pihak mempercayakan proses hukum yang berjalan tanpa diiringi oleh tekanan dan ujaran kebencian dari pihak manapun.

"Kejadian ini harus dilihat bukan dalam konteks keselamatan orang-orang yang ditarget. Tapi bagaimana demokrasi kita yang telah tercemar. Tercemar ujaran kebencian yang tidak bisa 'membunuh' perbedaan. Tercemar dengan aneka rupa kebohongan yang anti terhadap keberagaman," kata Yunarto Wijaya.

Yunarto Wijaya menambahkan, permainan politik identitas dalam perhelatan demokrasi harus diakui sering terjadi berbagai negara, meski bukan sesuatu yang diharapkan.

Tetapi, ketika dilumuri dengan berbagai ujaran kebencian dan hoaks, hasil akhirnya adalah terkoyaknya modal sosial sebagai bangsa.

"Ini bukan sekadar untuk disesali, tapi seyogianya menjadi pembelajaran bersama agar tak lagi terulang di waktu-waktu yang akan datang. Karena itu, jangan lelah untuk terus mencintai Indonesia. Memperkuat persatuan dan merawat kebhinekaan dalam satu tarikan napas sebagai manusia Indonesia," kata Yunarto Wijaya.

Irfansyah, satu tersangka kepemilikan senjata api ilegal, sebelumnya mengaku mendapat perintah dari Mayjen (Purn) Kivlan Zen untuk membunuh Yunarto Wijaya.

Pengakuan Irfansyah disampaikan lewat rekaman video yang diputar Polri dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Jumpa pers itu dilakukan Kepala Divisi Humas Polri Irjen M Iqbal, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjend Sisriadi, dan beberapa pejabat Polri. 

Sebagian Artikel ini diambil dari Tribunwow.com dengan judul Jadi Target Pembunuhan, Yunarto Wijaya: Saya Sudah Maafkan dan Tak Punya Dendam Apapun

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved