Dalam Sidang Gugatan Pilpres, BPN Sebut Suara Jokowi-Ma'ruf Hilang 22 Juta, Kok Bisa? Ini Penjelasan

Bambang menilai, perolehan suara yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidaklah tepat.

Dalam Sidang Gugatan Pilpres, BPN Sebut Suara Jokowi-Ma'ruf Hilang 22 Juta, Kok Bisa? Ini Penjelasan
(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Ketua Tim Hukum Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto saat sidang perdana sengketa Pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6/2019). 

TRIBUNBATAM.id - BPN Prabowo - Sandiaga mengklaim menang dalam jumlah suara dalam Pilpres 2019 lalu di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (14/6/2019).

Klaim tersebut diungkapkan Ketua Tim Hukum Prabowo Subianto - Sandiaga uno, Bambang Widjojanto ketika memaparkan hasil perolehan suara Pilpres 2019 versi kubu Prabowo - Sandiaga saat pembacaan materi gugatan sidang perdana sengketa hasil Pilpres 2019.

Dalam pemaparannya, Bambang menegaskan bahwa Prabowo - Sandiaga memperoleh suara sebesar 52 persen, unggul dari pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 01, Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin.

Bambang menilai, perolehan suara yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidaklah tepat.

 

"Termohon telah menetapkan perolehan suara masing-masing pasangan calon sebagai berikut, Joko Widodo - Ma'ruf Amin suaranya 85.607.362 dengan 55,5 persen. Prabowo - Sandi 68.650.239 atau 44,5 persen," kata Bambang.

"Bahwa penetapan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tersebut tidak sah, menurut hukum karena perolehan suara pasanan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, di atas atas nama Jokowi - Ma'ruf, sebenarnya ditetapkan melalui cara-cara yang tidak benar, melawan hukum, atau setidak-tidaknya disertai dengan penyalahgunaan kekuasaan presiden petahana yang juga adalah Capres nomor 01," jelasnya.

Kendatipun Sudah Diingatkan Prabowo, Pendukung Prabowo-Sandiaga Tetap Datang ke Gedung MK, Mengapa?

Warga Resah akan Aksi Begal di Kota Batam, Ini Komentar Kanitreskrim Polsek Nongsa

Kawasan Tiban Princess Kota Batam akan Ditertibkan Pekan Depan, Tujuannya untuk Jalan Tiban - Jodoh

BP Batam Dapat Opini WTP Lagi Atas Laporan Keuangan, Begini Reaksi Kepala BP Batam

Ketua Tim Hukum Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto saat sidang perdana sengketa pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6/2019).
Ketua Tim Hukum Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto saat sidang perdana sengketa pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6/2019). ((KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO))

Atas pernyataannya itu, Bambang lantas mengumumkan data yang disebutnya sebagai data yang benar menurut pemohon.

"Bahwa perolehan suara yang benar menurut pemohon setidak-tidaknya adalah sebagai berikut, Joko Widodo - Ma'ruf Amin adalah 63.573.169 atau 48 persen.

Sedangkan suara Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno berjumlah 68.650.239 atau 52 persen," tegasnya.

Dari laporan tersebut, diketahui ada perbedaan angka antara jumlah pemilih yang dipaparkan dalam hasil rekapitulasi KPU, dan jumlah yang diklaim oleh pihak BPN.

Halaman
12
Editor: Thom Limahekin
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved