Wanita Ini Mengamuk karena Foto-foto Seksinya Jadi 'Santapan' di Grup Media Sosial Singapura

Setelah melakukan pengintaian, seorang teman memberi tahu Verlin bahwa foto-fotonya disebarkan di grup SG Telebabes tanpa sepengetahuannya.

Wanita Ini Mengamuk karena Foto-foto Seksinya Jadi 'Santapan' di Grup Media Sosial Singapura
AsiaOne.com
Foto wanita seksi di grup medsos SG Telebabes 

TRIBUNBATAM.ID, SINGAPURA - Seorang wanita Singapura mengamuk ketika foto-fotonya ditampilkan dalam sebuah grup media sosial dan kemudian menjadi santapan pembicaraan oleh anggota grup yang notabene lak-laki.

Tidak hanya itu, wanita muda bernama Verlin Wee ini bahkan sering menerima pesan sugestif dari orang-orang yang tidak dia kenal di aplikasi Telegram.

Grup SG Telebabes itu beranggotakan 2.600 orang dan para anggotanya sering membagikan foto-foto wanita berpakaian seksi untuk dikomentari.

Video Viral, Wanita Ini Pukul Sopir dalam Mobil Karena Selingkuh, Para Penumpang Pilih Turun

Gadis asal Enrekang Dilamar dengan Uang Panaik Rp 500 Juta, Ungkap Kisahnya Berawal dari Instagram

BREAKING NEWS. Pria yang Mengaku Pemeran Video Gay dengan Menteri Malaysia Ditangkap di Bandara

Verlin Wee (20) dalam akun Instagramnya pada 13 Juni , mengatakan bahwa grup itu akan menjadi mimpi buruk setiap gadis.

Ia penasaran karena beberapa obrolan pribadi dan rahasia dari orang yang tidak dikenalnya.

Setelah melakukan pengintaian, seorang teman memberi tahu Verlin bahwa foto-fotonya disebarkan di grup SG Telebabes tanpa sepengetahuannya.

Diduga, foto-foto itu diambil di akun Instagram-nya atau blog karena Verlin memiliki blog pribadi.

Di grup tersebut, foto-foto wanita dikirim oleh para pengiriman anonim, kemudian diunggah oleh admin grup.

Hal itulah yang membuat Verlin Wee yang diketahui seorang desain grafis ini marah karena para anggota mengomentari gambarnya saat berbusana seksi.

Verlin Wee pun langsung melaporkan kasus itu ke polisi secara online.

Lebih jauh lagi, wanita berusia 20 tahun itu menjuluki grup tersebut sebagai grup yang sesat dan mengidentifikasi sejumlah nama dalam grup tersebut.

"Sangat mengganggu bahwa ada lebih dari 2.500 orang di grup Telegram menunggu foto-foto gadis dan ID mereka sehingga mereka dapat DM (pesan langsung) untuk mencoba dan melakukan apa pun yang mereka inginkan dalam pikiran mereka," kata Wee kepada AsiaOne.

Dia membagikan bahwa dari empat orang yang mengirim pesan pribadi kepadanya, seseorang telah menghapus seluruh log obrolan dengannya.

Menurut AsiaOne, kasus ini masih dalam penyelidikan polisi.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved