Klaim Kemenangan BPN Prabowo-Sandiaga 52 Persen, KPU: Atas Dasar Apa, Tidak Berdasar.

Dalil tentang perolehan suara pasangan calon (Paslon) nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno sebanyak 52 persen dipertanyakan

Klaim Kemenangan BPN Prabowo-Sandiaga 52 Persen, KPU: Atas Dasar Apa, Tidak Berdasar.
TRIBUNNEWS.COM/DANANG TRIATMOJO
Komisioner KPU RI Hasyim Asyari 

TRIBUNBATAM.id - Dalil tentang perolehan suara pasangan calon (Paslon) nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno sebanyak 52 persen dipertanyakan oleh sejumlah pihak.

Bahkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari menyebut klaim tersebut justru tidak jelas.

Dalil yang dimuat dalam permohonan gugatan sengketa hasil Pilpres yang dimohonkan ke Mahlamah Konstitusi (MK) tersebut, menurut Hasyim, tidak berdasar.

"Kalau petitum permintaan permohonan itu boleh-boleh aja, mau minta apa saja boleh. Artinya minta untuk menolak mengikuti keputusan KPU itu boleh-boleh saja, kemudian mengikuti suara pemohon itu boleh-boleh saja, tapi pertanyaannya, atas dasar apa," kata Hasyim usai sidang perdana sengketa hasil Pilpres di Gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019).

Karyawati Bank Mandiri di Tapanuli Tengah Ini Tewas dengan Muka Lebam, Sempat Didatangi Kawan Cowok

Komunikasi dengan Rismaharini Sering Putus, PDI Perjuangan Surabaya Mulai Lakukan Manuver Politik

Sikap Hakim MK Buat TKN Khawatir, Ini Kata Anggota Tim Kuasa Hukum TKN

Gelandang Timnas U-23 Indonesia Ini Dilirik Tiga Klub Eropa, Siapakah Dia?

Menurut Hasyim, perolehan dan selisih suara yang diklaim Prabowo - Sandiaga tidak jelas asalnya.

Apakah selisih itu ada di rekapitulasi KPU provinsi, tingkat kabupaten/kota, atau tingkat TPS.

Jika selisih terjadi di tingkat TPS, dalil Prabowo - Sandiaga tidak menyebutkan TPS yang dimaksud.

"Itu juga dalam pandangan kami, setelah kami buka (dalil permohonan) belum jelas juga locus atau tempat kejadian di mana," ujar Hasyim.

"Jadi dalam pandangan kami, kalau memang soal permohonan silakan, asal bisa membuktikan. Tapi kalau enggak bisa membuktikan kan konyol," sambungnya.

Ketua Tim Hukum pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto meminta Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan hasil rekapitulasi perolehan suara berdasarkan dokumen C1 yang dimiliki pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 sebagai hasil Pilpres 2019 yang sah.

Berdasarkan dokumen C1 yang dimiliki tim 02, perolehan suara pasangan Prabowo - Sandiaga unggul dari pasangan Jokowi - Ma'ruf.

"Pemohon memohon kepada Mahkamah Konstitusi agar menyatakan perolehan suara yang benar adalah pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin 63.573.169 (48 persen) dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno 68.650.239 (52 persen). Jumlah 132.223.408," ujar Bambang saat membacakan petitum permohonan sengketa hasil pilpres di Gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019).

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Tim Hukum 02 Klaim Prabowo-Sandi Menang 52 Persen, Komisioner KPU: Atas Dasar Apa?

Editor: Thom Limahekin
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved