KARIMUN TERKINI

Emak-emak di Karimun Protes, Harga Sawi Melambung Tinggi : Ampun dech!

Harga itu melejit 400 persen dibandingkan sebelumnya hanya sekitar Rp 8-10 ribu per kilogram

Emak-emak di Karimun Protes, Harga Sawi Melambung Tinggi : Ampun dech!
maangchi.com
Harga sayur sawi, bayam dan kangkung naik di Karimun 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Ibu-ibu rumah tangga di Kabupaten Karimun, Kepri tengah dipusingkan dengan naiknya harga sayur-mayur di pasar Karimun. 

Sejumlah harga jual sayur seperti sawi, bayam dan kangkung beberapa hari belakangan ini diketahui tengah meroket.

Sawi misalnya, sayuran yang biasanya enak buat campuran kuliner berkuah seperti bakso, mie ayam dan mie rebus itu, harganya kini tembus Rp 32 ribu per kilogram.

Harga itu melejit 400 persen dibandingkan sebelumnya hanya sekitar Rp 8-10 ribu per kilogram.

Begitu juga dengan bayam, jika sebelumnya sekitar Rp 8-10 ribu per kilogram, kini melonjak menjadi Rp 20 ribu per kilogram.

Terakhir kangkung, biasanya dilepas dengan harga Rp 6-7 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 12 ribu per kilogram.

"Ampun deh, semua pada naik sekarang. Sawi saja, dulunya cuma Rp 8-10 ribu sekilo, sekarang Rp 32 ribu sekilo. Iya, sawi yang potong-potong buat campuran makan bakso, mie rebus, mie ayam," kata Yuni, seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Tebing.

Naiknya harganya sayur-mayur itu ditenggarai gagal panen akibat hujan.

Akibatnya stok tiga jenis sayur itu di pasaran menjadi berkurang.

Pernah Dikunjungi Demi Lovato, Ternyata Ini Keindahan Bora-Bora, Dikunjungi Syahrini Reino Barack

VIDEO-HEBOH, Penyekapan Wanita di Karimun, Warga Telusuri Rumah Kosong

"Katanya karna hujan, sayurnya jadi rusak, sehingga stok di pasar menjadi sedikit, sementara permintaan meningkat," ujar Partun, seorang pedagang sayur di pasar tradisional PN, Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing, Minggu (16/6).

Tidak hanya sayur, Partun juga menyebut hampir semua komoditas rumah tangga mengalami naik harga di pasar.

"Hampir semua naik, situasi belum normal lagi," katanya.

Sejak lebaran pertama, 5 Juni 2019, Karimun sering diguyur hujan mulai dari intensitas sedang hingga lebat. Bahkan terkadang diselingi petir dan angin kencang.

Sejumlah petani juga sering mengeluhkan kondisi ini, terutama saat hujan lebat melanda. Mereka cemas, hujan dengan intensitas tinggi, bisa merusak tanaman mereka seperti sayur.

"Kalau cabai, jagung kita tak kisah lah, sayur seperti sawi, kangkung dan bayam, itu yang kita khawatirkan. Batangnya kan kecil, hujan lebat, jadi rusak, tak jadi, kalau gerimis, kita malah bersyukur, bisa skalian menyiram," ujar Muji, seorang petani sayur di Kelurahan Harjosari, Kecamatan Tebing. (yah)

Penulis:
Editor: Aminnudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved