50 Tahun Peringatan LGBT Sedunia, Paus Fransiskus Vatikan Rilis Larangan Resmi; Apa Alasannya

Dokumen ini merupakan pedoman pengajaran untuk disebarluasken ke gereja Katolik sedunia.

50 Tahun Peringatan LGBT Sedunia, Paus Fransiskus Vatikan Rilis Larangan Resmi; Apa Alasannya - paus-fransiskus_20180513_213158.jpg
VINCENZO PINTO / AFP
Paus Fransiskus akan berkunjung ke Bangladesh dan bertemu pengungsi Rohingya
50 Tahun Peringatan LGBT Sedunia, Paus Fransiskus Vatikan Rilis Larangan Resmi; Apa Alasannya - parade-lgbt-lgbtq.jpg
ABC.com, Photograph: Jordan Avery
Parade Pride Month kaum LGBT di Chicago, Amerika.

TRIBUNBATAM.id — Jelang puncak peringatan 50 tahun Pride Month atau bulan perayaan kebebasan kaum Lesbian, gay, bisexual, dan transgender (LGBT), otoritas tertinggi Katolik di Vatikan, mengumumkan larangan dan pandangan resmi tentang identitas gender.

Dalam dokumen resmi setebal 31 halaman yang dirilis pekan lalu, Vatikan resmi menolak  #transgender dan menolak gagasan bahwa orang dapat memilih atau mengubah jenis kelamin mereka. 

Dokumen ini merupakan pedoman pengajaran untuk disebarluasken ke gereja Katolik sedunia.

Dokumen yang dirilis Senin (10/6/2019) itu, berjudul; Male and Female He Created Them, Pria dan Perempuan Dia Menciptakan Mereka.

Parade Pride Month kaum LGBT di Chicago, Amerika.
Parade Pride Month kaum LGBT di Chicago, Amerika. (ABC.com, Photograph: Jordan Avery)

LGBT Terdeteksi di Anambas, Sri Ajak Orangtua Awasi Tumbuh Kembang Anak

Pedoman ini dikeluarkan oleh Kongregasi untuk Pendidikan Katolik sebagai instruksi pengajaran bagi mereka yang bekerja dengan anak-anak.

Dokumen itu juga menegaskan tentang misi penciptaan dan pasangan “sepadan dan saling melengkapi" adalah pria dan wanita.

Dilansir BBC, Senin, Paus Fransiskus berulangkali berargumen tentang posisi bahwa orang tidak dapat memilih jenis kelamin mereka. Dokumen ini pun menegaskan seperti apa posisi #Vatikan terhadap kaum transgender.

Pandangan Vatikan ini dikecam oleh kelompok LGBT Catholics, yang mengatakan pandangan ini mendorong kebencian dan kekerasan terhadap komunitas LGBT.

Bagi Vatikan,  pandangan modern bahwa identitas gender adalah pilihan pribadi. 

Paus Fransiskus memberkati pasangan Paula Podest (39) dan Carlos Ciuffadri (41) dalam sebuah upacara pernikahan di tengah penerbangan, di Chile, Kamis (18/1/2018).
Paus Fransiskus memberkati pasangan Paula Podest (39) dan Carlos Ciuffadri (41) dalam sebuah upacara pernikahan di tengah penerbangan, di Chile, Kamis (18/1/2018). (LOsservatore Romano Vatican Media via ABC)

Menurut Vatikan, pandangan tersebut didasarkan pada konsep kebebasan yang ambigu, membingungkan.

Halaman
123
Penulis: Elhadif Putra
Editor: thamzilThahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved