50 Tahun Peringatan LGBT Sedunia, Paus Fransiskus Vatikan Rilis Larangan Resmi; Apa Alasannya

Dokumen ini merupakan pedoman pengajaran untuk disebarluasken ke gereja Katolik sedunia.

50 Tahun Peringatan LGBT Sedunia, Paus Fransiskus Vatikan Rilis Larangan Resmi; Apa Alasannya - paus-fransiskus_20180513_213158.jpg
VINCENZO PINTO / AFP
Paus Fransiskus akan berkunjung ke Bangladesh dan bertemu pengungsi Rohingya
50 Tahun Peringatan LGBT Sedunia, Paus Fransiskus Vatikan Rilis Larangan Resmi; Apa Alasannya - parade-lgbt-lgbtq.jpg
ABC.com, Photograph: Jordan Avery
Parade Pride Month kaum LGBT di Chicago, Amerika.

Vatikan menyatakan gender ditentukan oleh Tuhan, bukan individu. 

Menurut Vatikan, debat tentang identitas gender modern sudah tuntas.  

Lautan Pink massa dalam aksi damai mendukung komunitas LGBT penuhi Taman Hong Lim, Singapura, Sabtu (04/06)
Lautan Pink massa dalam aksi damai mendukung komunitas LGBT penuhi Taman Hong Lim, Singapura, Sabtu (04/06) (Ericssen/Kompas.com)

Jika LGBT tetap ada di muka bumi, itu akan "memusnahkan konsep alam", menyebabkan krisis pendidikan, dan menghancurkan keluarga.

Pernyataan itu datang tanpa peringatan dan pada waktu yang tak diduga - Bulan Kebanggaan LGBT- yang juga 50 tahun sejak kerusuhan Stonewall tahun 1969 - salah satu momen paling penting dalam sejarah gay.

Pride Month, diperingati sepanjang Juni, dan ouncaknya 28 Juni, adalah bulan ‘perlawanan’ kaum LGBT atas dogma masyarakat dan agama.

Pride Month didokumentasikan merujuk kerusuhan yang dipantik kaum LGBT di  Stonewall Inn, sebuah bar kaum gay  di Jalan  Christopher No 43, Greenwich Village, Manhattan, New York City, Amerika, 50 tahun lalu.

Sejarah mencatat, inilah kerusuhan kaum gay terbesar di dunia.

Empat bulan kemudian, tepatnya 2  November 1969, aktivis LGBT Craig Rodwell, dan sejumlah pasangan lain seperti Fred Sargeant, Ellen Broidy, dan Linda Rhodes, kembali menggelar long march protes, untuk membuat resolusi  Eastern Regional Conference of Homophile Organizations (ERCHO)  di Philadelphia.

Di Asia Tenggara, khususnya di Brunei, pernyataan dari Vatikan ini, juga sekaligus menguatkan kebijakan Sultan Brunei, yang mengusulkan hukuman Hukuman Rajam LGBT di Brunei Darussalam. 

Brunai Darussalam Terapkan Hukuman Mati Kepada Pelaku LGBT, Aktor Hollywood Langsung Bereaksi

Terus Disorot Soal Hukuman Rajam Bagi LGBT dan Zina, Sultan Kembalikan Gelar Kehormatan Oxford

Sultan Brunei Pastikan Tidak Akan Terapkan Hukuman Mati pada LGBT

Meski kemudian, pernyataan itu jedi kontroversi dan membuatnya mendapat kecaman internasional, dan pencabutan gelar kehormatan akademik dari sebuah universitas di Inggris.

Ilustrasi LGBT
Ilustrasi LGBT (Thinkstock)
Halaman
123
Penulis: Elhadif Putra
Editor: thamzilThahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved