Breaking News:

Guru Besar Hukum dan Indonesianis Ini Tidak Setuju BPN Kutip Artikelnya di MK, Mahfud pun Akui Itu

Tim kuasa hukum BPN Prabowo - Sandiaga mendapat sorotan media asing.Sorotan tersebut merujuk pada pernyataan tim kuasa

Tribunnews/JEPRIMA
Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Hashim Djojohadikusumo bersama Ketua Tim Kuasa Hukum BPN Bambang Widjajanto dan Kuasa Hukum BPN Denny Indrayana saat menyerahkan berkas gugatan sengketa Pemilu 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019). Gugatan dilakukan oleh Tim BPN Prabowo Sandi ke MK karena pihaknya mengikuti koridor hukum. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNBATAM.id - Tim kuasa hukum BPN Prabowo - Sandiaga mendapat sorotan media asing.

Sorotan tersebut merujuk pada pernyataan tim kuasa hukum kubu 02, Prabowo - Sandiaga saat menuturkan materi gugatan dalam sidang perdana gugatan hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Diketahui anggota tim hukum 02, Denny Indrayana mengutip artikel Guru Besar Hukum dan Indonesianis dari Melbourne University Law School, Profesor Tim Lindsey, dalam persidangan.

Dikutip TribunWow.com dari Theaustralian.com.au, Sabtu  (15/6/2019), Lindsey mengatakan kepada The Weekend Australia bahwa artikelnya tidak ada hubungannya dengan dugaan pelanggaran Pemilu.

Dia juga meluruskan bahwa artikel tersebut dia tulis sejak 18 bulan sebelum Pemilu berlangsung.

Lindsey mengatakan bahwa artikelnya tersebut membahas mengenai pertanyaan para aktivis apakah unsur-unsur perilaku politik era Suharto muncul kembali di Indonesia.

Dia pun menambahkan bahwa artikelnya tidak menyimpulkan bahwa Jokowi adalah otoriter, seperti yang diklaim oleh tim Prabowo.

Datangkan TKI dari NTT, Salim Ditangkap Polda Kepri, Bawa Anak Berusia 16 Tahun Pula TKI-nya

Ramalan Zodiak Cinta Besok Selasa 18 Juni 2019, Aries Terlalu Lama Sendiri, Sagitarius Ada Kejutan

IPW Punya Info Akurat, Sandiaga Uno Bakal Gabung dalam Kabinet Jokowi Demi Rekonsiliasi

Berawal Dari Cemburu, Pria Ini Nekat Culik Anak Tirinya, Minta Tebusan Rp 100 Juta

“Tim hukum Prabowo memasukkan kutipan dari artikel tersebut dalam petisi mereka, yang jelas-jelas diambil di luar konteks, berisi penekanan (huruf tebal, garis bawah) yang tidak asli, dan sebenarnya tidak mendukung argumen yang mereka katakan bahwa itu mendukung," kata Lindsey.

"Di dalamnya, saya hanya membahas kesulitan politik."

Lindsey mengatakan dia belum berkonsultasi tentang penggunaan artikel itu dan dia terkejut saat mengetahui artikelnya dikutip dalam persidangan.

Diketahui sebelumnya, artikel milik Lindsey yang berjudul 'Jokowi - Neo Orde Baru' itu digunakan tim hukum 02 untuk menguatkan argumen bahwa Capres pertahana kubu 01, Joko Widodo memiliki pemerintahan yang otoriter.

Halaman
123
Editor: Thom Limahekin
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved