Huawei Diblokir Jadi Bumerang, Perusahaan AS Mulai Muntah Darah. Diam-diam Bujuk Trump Melunak

Sejumlah perusahaan teknologi AS mulai mengalami muntah darah karena mereka kehilangan pendapatan yang sangat besar, mencapai 11 miliar dolar AS

Huawei Diblokir Jadi Bumerang, Perusahaan AS Mulai Muntah Darah. Diam-diam Bujuk Trump  Melunak
gizchina.com
Huawei 

TRIBUNBATAM.ID, SAN FRANCISCO - Huawei adalah perusahaan China yang paling terpukul oleh perang dagang AS vs China. 

Setelah Huawei masuk daftar hitam di Amerika Serikat, sejumlah perusahaan AS kemudian menghentikan kerjasamanya dengan raksasa gadget China tersebut, termasuk Facebook dan Google.

Bukannya mengeluh dan melobi, perusahaan China itu kemudian berusaha mencari mitra lokal dan negara lain untuk mengisi kekosongan.

Batam Lampu Kuning! Perang Dagang AS, Ekspor Singapura Terjun Bebas, Elektronik Paling Terpukul

Sistem Operasi Baru Huawei Diklaim 60% Lebih Cepat dari Android. Xiaomi, Vivo dan Oppo Bergabung

Imbas Perang Dagang AS vs China, Amerika Pantau Mata Uang Malaysia, Singapura, dan Vietnam

Sejumlah sumber menyebut,  aksi itu dilakukan bahkan di saat sang raksasa teknologi China justru menghindari untuk melakukan lobi.

Bahkan, Huawei saat ini sedang menyiapkan Sistem Operasi sendiri untuk menggantikan Android milik Google.

OS bernama HongMeng ini bahkan diklaim lebih cepat 60 persen dari Android.

Di tengah sanksi keras pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap China ini, ternyata menimbulkan bumerang bagi banyak perusahaan AS.

Sejumlah perusahaan teknologi AS dilaporkan mulai mengalami muntah darah karena mereka kehilangan pendapatan yang sangat besar, mencapai 11 miliar dolar AS atau sekitar Rp 155 triliun.

Produsen chip asal Amerika Serikat, termasuk Qualcomm dan Intel, akhirnya secara diam-diam mendesak pemerintah AS untuk melonggarkan sanksi ke Huawei.

Sebuah sumber menyebut bahwa sejumlah eksekutif dari produsen chip AS mulai dari Intel, Xilinx Inc, Qualcom, Micron Technology Inc, hingga Broadcom mengadakan pertemuan dengan Kementerian Perdagangan AS akhir Mei lalu untuk membahas Huawei ini.

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved