Kepala Dishub Batam: Pungut Biaya Parkir di Jembatan Barelang Itu Liar

Aksi premanisme kembali terjadi di jembatan dua Barelang, Kota Batam, Provinsi Kepri.

Kepala Dishub Batam: Pungut Biaya Parkir di Jembatan Barelang Itu Liar
TRIBUNBATAM/ANDRIANI MONA
Sejumlah wisatawan mengambil momen foto dengan latar belakang Jembatan Barelang, Minggu (1/1/2017) 

"Saya mengalah saat itu," katanya. 

Tak terima perlakuan premanisme kedua juru parkir itu, didampingi beberapa keluarga, pada Minggu (16/6/2019) malamnya, Andi membuat laporan resmi ke Polresta Barelang.

Keluarga Andi berharap keseriusan polisi menangani perkara itu. Mereka meminta polisi segera menangkap pelaku yang belum diketahui identitasnya itu. 

Sementara itu,  Kepala Dishub Kota Batam Rustam Effendi saat dimintai tanggapan Senin (17/6/2019) mengatakan,  tindakan pemukulan itu biarlah menjadi wewenang polisi. 

Dia mengatakan,  soal penarikan retribusi Rp 5.000 di jembatan Barelang adalah liar.

Karena itu menurutnya,  penarikan tidak sesuai Perda Kota Batam. 

"Dan kami tak mengetahui adanya penarikan retribusi parkir itu. Iya,  itu liar.  Soal pemukulan biar lah wewenang pihak kepolisian," kata pria yang pernah menjabat Sekretaris Disdik Batam itu. 

Rustam Effendi mengatakan, soal penarikan liar retribusi parkir di jembatan Barelang sudah beberapa kali diterbitkan.

Bahkan pelakunya sudah pernah ditangkap polisi dan telah dinaikkan status hukumnya ke pengadilan.

"Tetapi mereka selalu buat ulah. Kami juga segera menertibkan parkir liar di sana. Kalau soal pidana,  biar polisi," katanya.

Halaman
123
Penulis: Leo Halawa
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved