Miras Oplosan di Malaysia, Enam Orang Dilaporkan Tewas

Kasus minuman keras atau miras oplosan ternyata tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga marak di Malaysia.

Miras Oplosan di Malaysia, Enam Orang Dilaporkan Tewas
The Star Online
Polisi George Town, Pulau Pinang, Malaysia, menggelar jumpa pers terkait miras oplosan yang menewaskan enam orang di kota itu. 

TRIBUNBATAM.ID, GEORGE TOWN - Kasus minuman keras atau miras oplosan ternyata tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga marak di Malaysia.

Enam orang dilaporkan tewas di George Town, Penang, Malaysia, setelah menggak miras oplosan di kota itu.

Kepala Kepolisian Kota George, Zaimani Che Awang mengatakan, dua korban adalah penduduk setempat, tiga warga negara Myanmar, dan satu lagi dari India.

Fakta & Kronologi Kecelakaan Beruntun Tol Cipali KM 150, 12 Meninggal Dunia hingga Serang Sopi Bus

Inilah Kehebatan Si Jagur, Meriam Bersimbol Jempol Kejepit yang Sering Ditunjukkan Nikita Mirzani

Raih Gelar Pemenang Masterchef Indonesia 2019, Berikut 5 Fakta Menarik dari Seorang Fani

Dia mengatakan, tujuh pria Myanmar lainnya sedang menerima perawatan medis di Rumah Sakit Penang.

Comm Che Zaimani, dilansir The Star Malaysia mengatakan bahwa miras oplosan berharga murah itu diyakini telah diproses menggunakan metanol.

Metanol adalah zat beracun, tidak seperti etanol yang merupakan jenis etil alkohol yang ditemukan dalam minuman keras umumnya.

"Zat tersebut kemudian dituangkan ke dalam botol minuman keras merek asli," katanya saat konferensi pers di markas polisi distrik di Jalan Patani, Senin (17/6/2019).

Minuman keras murah diyakini telah didistribusikan oleh sindikat yang aktif selama dua bulan terakhir.

Polisi dari ibukota negara bagian Pulau Pinang itu melakukan penggerebekan di sebuah toko di Komtar pada 15 Juni dan menyita miras oplosan senilai sekitar RM8.000 atau sekitar Rp 28 jutaan.

Ratusan botol miras oplosan itu termasuk 600 botol bermerek Wiski, 312 kaleng El Diablo dan 24 kaleng merek Martens yang semuanya dipastikan palsu.

Polisi juga menyita 240 botol plastik kecil dan delapan botol mineral besar berisi minuman keras oplosan.

Pada September tahun lalu, ada 33 kematian terkait keracunan metanol yang dilaporkan di Perak, Selangor dan Kuala Lumpur.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved