BINTAN TERKINI

Nelayan Desa Berakit Curhat Ikan di Laut Mereka Semakin Berkurang

elayan tradisional di Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong yang mencari ikan hingga ke perbatasan perairan Singapura dan Malaysia mengaku sering 'dius

Nelayan Desa Berakit Curhat Ikan di Laut Mereka Semakin Berkurang
TRIBUNBATAM.id/Dok KKP
Kapal patroli milik TNI Angkatan Laut (AL), KRI TOM-357 menangkap 4 kapal perikanan berbendera Vietnam, Minggu (24/2/2019) pukul 07.40 WIB. (Dok KKP) 

Laporan Wartawan Tribun Bintan, Alfandi simamora.

TRIBUNBINTAN.com, BINTAN - Nelayan tradisional di Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Kepri yang mencari ikan hingga ke perbatasan perairan Singapura dan Malaysia mengaku sering 'diusir' oleh petugas keamanan negara terkait.

Hal itu dikarenakan dilautan utara Berakit tidak ada boya atau perangkat batas laut yang terpasang di perbatasan.

Sehingga para nelayan sering memasuki wilayah perairan negara tersebut saat melaut.

"Ya memang tidak ada boya atau semacam batas laut disana. Jadi kami nelayan tradisional tidak tahu batas perairan Indonesia itu dimana," kata Tin Tin, nelayan Suku Laut yang tinggal di Kampung Panglong Desa Berakit, Selasa (18/6/2019).

Ia menjelaskan, sebagian besar nelayan Suku Laut masih menggunakan cara-cara tradisional termasuk peralatan yang digunakan.

"Kita yang tradisional kan gak ada GPS, jadi gak tahu mana batasnya. Ya kalau bisa pemerintah memasang itu (Boya-red),"ucapnya.

Nelayan lainnya juga mengungkapkan, kalau selama ini ikan diwilayah pesisir sudah mulai habis. Sehingga, para nelayan harus ke perairan laut lepas untuk bisa mendapatkan ikan.

"Sering juga kapal-kapal nelayan yang besar yang pakai pukat nangkap ikan dekar-dekat sini.Jadi ya kalau bisa mereka nangkapnya agak ketengah lagi lah,"ungkap teman Tin Tin nelayan lainya.(als)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Aminnudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved