Wawako Batam Amsakar Bela Wako Rudi dari Kritikan Ketua Kadin Batam Raja, Begini Pembelaannya

Diakuinya tindakan yang dilakukan Rudi merupakan kepentingan untuk hajat hidup orang banyak.

Wawako Batam Amsakar Bela Wako Rudi dari Kritikan Ketua Kadin Batam Raja, Begini Pembelaannya
TRIBUNBATAM.id/ENDRA KAPUTRA
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad soal sertifikat Kampung Tua Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Penyataan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam, Jadi Rajagukguk  yang keberatan atas Inspeksi Mendadak (Sidak) yang dilakukan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi Jumat (14/06/2019) lalu ditanggapi oleh Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad.

Sebelumnya Muhammad Rudi dan Amsakar Achmad melakukan Sidak di Pelabuhan Bongkar Muat Batuampar Kota Batam, Provinsi Kepri, akhir pekan lalu.

"Sebagai Pemerintah Daerah, Pak Wali itu memiliki kebijakan diskresi. Apabila dikatakan menyangkut kepentingan masyarakat dan kebijakan daerah, Pak Wali itu memiliki pengeculian. Apa yang dilakukan oleh beliau kemarin, adalah salah satu pengambilan kebijakan yang saya sebut tadi," ujar Amsakar, Selasa (18/06/2019).

Diakuinya tindakan yang dilakukan Rudi merupakan kepentingan untuk hajat hidup orang banyak.

Rudi memiliki wewenang dalam mengambil kebijakan diskresi, atau pengambilan keputusan yang dilakukan pejabat pemerintahan guna mengatasi masalah konkret yang dihadapi.

Aksi Wako Batam Rudi Sidak Kontainer Bermuatan Plastik, Ketua Kadim Batam: Terlalu Over Acting

Gugat Cerai Paling Dominan pada Pasangan Muda, Bahkan Ada yang Hidup Dua Tahun Saja Langsung Cerai

Kivlan Zein Dipertemukan dengan Iwan Kurniawan dan Habil Marati, Ini Reaksi Kivlan Zein

Yusril Ihza Soroti Denny Indrayana yang Sebut Kata Indikasi dan Patut Diduga 41 Kali, Maksudnya?

Amsakar turut mengingatkan, Batam memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2013 mengenai pengelolaan sampah.

Dalam Perda tersebut, Pemko Batam dengan tegas menolak adanya limbah plastik yang masuk ke Batam.

Namun karena adanya alasan dari pihak pengusaha, yang menyatakan bahwa temuan tersebut merupakan bahan baku maka pihaknya melanjutkan hasil temuan dengan melakukan pengecekan guna pembuktian kandungan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Persoalan impor sampah dari luar, lanjut Amsakar, Pemko Batam telah mendapatkan informasi bahwa sampah yang masuk ke Batam semuanya sudah melalui mekanisme Permendag nomor 21.

Amsakar menegaskan sudah melalui kajian, atau analisis oleh surveyor.

"Kenapa kita turun? Kita mendapat informasi beberapa dari kontainer terindikasi mengandung limbah B3. Karena itu kemarin kami turun ke lapangan bersama stakeholder terkait. Apabila nanti terbukti, maka para importir itu akan kita minta untuk mengembalikan kontainer beserta isinya ke negara asal,"paparnya.

Adanya pernyataan dari Ketua Kadin Batam, Amsakar menilai sangat tidak masuk akal. Sebab, permasalahan yang akan diatasi oleh Pemerintah Daerah adalah permasalah mengenai sampah.

"Persoalan limbah B3 ini menyangkut kepentingan masyarakat, menyangkut lingkungan, dan generasi yang akan datang. Bukan kepantingan pribadi," tutupnya. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved