Batam Butuh Sumber Air Baku Baru

Batam butuh sumber air baku baru untuk menopang kontiunitas suplai air bersih bagi penduduk dan industri

Batam Butuh Sumber Air Baku Baru
ist
Batam butuh cadangan air baku baru untuk kebutuhan hingga 50 tahun mendatang 

Kondisi ini memberikan gambaran mengenai beratnya tanggungjawab pemenang tender pengelolaan Dam Tembesi kedepannya. Kondisi area tangkapan air yang sudah rusak tersebut membuat kapasitas Dam Tembesi tak lagi 660 liter/detik.

“Kalaupun dipaksakan, maka air di dalam dam akan cepat habis,” jelasnya.

Selain Dam Tembesi, ada Dam Sei Gong yang dibangun oleh Kementerian PUPR. Dam tersebut memiliki luas genangan air 355,99 hektar dengan kapasitas tampung 11,8 juta meter kubik. Rencananya dam ini akan menyuplai kebutuhan air hingga 400 liter per detik.

Dam senilai Rp 238,44 miliar dibangun sejak Desember 2015, dan merupakan salah satu dari program pembangunan 49 bendungan baru yang tengah dibangun Kementerian PUPR dalam periode 2015-2019. Dam ini telah selesai dibangun dan menunggu diresmikan.

Namun kehadiran Dam Tembesi dan Dam Sei Gong tidak serta merta menjawab masalah ketersediaan air bersih di Batam. Pembangunan sumber air baku baru tetap harus menjadi program berkelanjutan pemerintah, agar keberlangsungan suplai air bersih tetap terjaga.

Apalagi proses pembangunan bendungan butuh waktu yang cukup lama. Jika tidak segera disiapkan, maka dikhawatirkan Batam akan terlanjur masuk dalam fase desifisit air, sehingga semakin sulit untuk mengatasi masalahnya.

Kondisi tersebut tentu tidak diharapkan oleh pihak manapun. Apalagi Batam terus menggenjot masuknya investasi asing. Ketersediaan air bersih tentunya menjadi salah hal yang menjadi perhatian investor, apalagi bila air bersih menjadi bagian penting dalam proses produksinya.

“Ketersediaan air bersih harus tetap dikawal dengan baik. Roadmap pembangunan waduk dalam jangka menengah dan panjang harus ada, dan diikuti secara mendetil,” tuturnya.

Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved