Disdik Karimun Janji Carikan Sekolah Untuk Siswa Tak Tertampung, 'Kita Sudah Kantongi Nama Siswa'

Dinas Pendidikan Karimun mengatakan sudah mengantongi nama-nama calon siswa baru khususnya untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat tahun ajara

Disdik Karimun Janji Carikan Sekolah Untuk Siswa Tak Tertampung, 'Kita Sudah Kantongi Nama Siswa'
tribunbatam/elhadif putra
Kadisdik Karimun Bakri Hasyim 
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dinas Pendidikan Karimun mengatakan sudah mengantongi nama-nama calon siswa baru khususnya untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat tahun ajaran baru 2019/2020.
Nama-nama tersebut hasil pemetaan calon siswa berdasarkan zonasi.
Nama-nama tersebut tinggal diserahkan ke panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di masing-masing sekolah dalam zonasi.
Kadisdik Karimun, Bakri Hasyim berharap, calon siswa dan orangtua dapat menerima hasil pemetaan Dinas Pendidikan Karimun tersebut karena sudah melalui penjaringan yang cukup baik.
"Kalau semua calon siswa dan orangtua mengikuti hasil pemetaan kita itu, kita optimistis tidak ada anak Karimun yang tidak bersekolah," kata Bakri Hasyim belum lama ini.
Berdasarkan hasil pemetaan calon siswa itu, orangtua calon siswa tinggal menunjukkan kartu keluarga (KK) dan atau dokumen lain yang membuktikan bahwa mereka memang warga sekitar sekolah.
Bagaimana dengan anak kurang mampu berdasarkan hasil pemetaan calon siswa ternyata diketahui dapat jatah sekolah swasta? Bakri mengatakan bisa mengajukan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari kelurahan agar tetap bisa melanjutkan pendidikan.
"Silakan ajukan surat keterangan tak mampu, nanti bisa sekolah tak bayar. Pemetaan itu tidak hanya meliputi sekolah negeri tapi juga sekolah swasta, kalau zonasi khusus sekolah negeri," katanya.
Masalah baru akan muncul, jika orangtua calon siswa tetap bersikukuh anaknya harus masuk sekolah tertentu sementara kuota sudah tidak memungkinkan.
Bakri juga memastikan, pihaknya tidak akan mengeluarkan kebijakan menambah atau membuat kelas baru. Hal itu dikarenakan tidak diperbolehkan aturan.
"Malah kami nanti yang kena sanksi karna bisa saja kelas tambahan itu tidak representatif seperti belajar di ruang perpustakaan, itu tidak boleh. Sementara untuk bangun kelas baru secara fisik, sekarang tidak mungkin lagi, kalau tahun depan bisa saja," katanya.
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020 akan dimulai secara serentak pada 1-5 Juli 2019. Serentak untuk SD dan SMP sederajat.
Dinas Pendidikan Karimun juga tidak akan menggunakan sistem ranking dalam menentukan seorang calon siswa diterima di sekolah negeri sesuai dengan zonasinya.
Untuk mensiasati jika terjadi kelebihan kuota, Disdik Karimun menggunakan ketentuan jarak terdekat tempat tinggal seorang calon siswa. 
Semakin dekat jarak tempat tinggal siswa tersebut dengan sekolah negeri, akan semakin besar peluang dirinya diterima di sekolah tersebut.
"Nanti yang menentukan seorang calon siswa baru itu diterima, kita tengok, rumah siapa yang paling dekat dengan sekolah, dia nanti yang diprioritaskan. Pelamar yang tidak dapat, nanti kita carikan sekolah yang lain, yang masih kekurangan," katanya. (yah)
 
Penulis: Rachta Yahya
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved