Korban Miras Oplosan Terus Berjatuhan di Malaysia, Tiga Orang Tewas di Por Dickson

Seorang tewas dan tiga lainnya masih mendapatkan rawatan di Hospital Port Dickson (HPD) yang dipercaya akibat keracunan metanol dari miras oplosan

Korban Miras Oplosan Terus Berjatuhan di Malaysia, Tiga Orang Tewas di Por Dickson
Berita Harian
kepala Kepolisian Johor, Datuk Mohd Khalil Kader Mohd menunjukkan gambar miras oplosan maut di Johor. 

Ratusan botol miras oplosan itu termasuk 600 botol bermerek Wiski, 312 kaleng El Diablo dan 24 kaleng merek Martens yang semuanya dipastikan palsu.

Polisi juga menyita 240 botol plastik kecil dan delapan botol mineral besar berisi minuman keras oplosan.

Selundupan di Indonesia 

Sehari kemudian, minuman keras atau miras oplosan yang diduga diproduksi di Indonesia memakan korban di Johor Bahru, Malaysia.

Empat pria dilaporkan tewas sementara satu orang lagi menjadi buta, setelah mengonsumsi minuman keras yang diduga mengandung metanol di berbagai lokasi di Johor Bahru, Selasa (18/6/2019).

Kepala kepolisian Johor Bahru, Datuk Mohd Khalil Kader Mohd, mengatakan empat korban tewas terdiri dari satuu warga lokal dan tiga warga asing asal India, Nepal, dan Pakistan.

Sedangkan korban yang mengalami kebuta adalah warga lokal berusia 30-an.

Ketiga korban tewas berusia antara 30-36 tahun meninggal saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Sultan Ismail (HSI) dan Rumah Sakit Sultanah Aminah (HSA), Johor.

“Investigasi awal menemukan bahwa para korban telah meminum minuman keras merek 'Miludeer' yang diduga mengandung metanol beracun.

"Post-mortem akan dilakukan oleh petugas medis rumah sakit pada para korban untuk menentukan penyebab kematian. Sampel minuman keras yang tercemar telah dikirim ke Departemen Kimia untuk analisis konten," kata Mohd Khalil di kantor polisi Johor, seperti dilansir TribuBatam.id dari MalayMail.

Mohd Khalil juga mengatakan bahwa polisi telah menangkap sembilan orang, terdiri empat pria setempat dan lima orang Indonesia berusia antara 25 dan 44 tahun.

Dia mengatakan para tersangka ditahan di lokasi terpisah di sekitar Johor Baru, Seri Alam dan Kulai.

Penyelidik juga menyita beberapa botol dan kaleng minuman beralkohol yang diyakini telah diselundupkan ke negara itu.

Tidak disebutkan, dari mana miras oplosan itu berasal, namun wilayah Indonesia paling dekat dari Johor Bahru adalah Kepri, Riau dan Sumatera Utara.

Khalil mengingatkan kepada warga untuk tidak membeli dan mengkonsumsi miras selundupan yang dijual dengan harga rendah di pasar lokal.

Minuman keras murah diyakini telah diproses menggunakan metanol, alkohol industri umum yang dapat menyebabkan asidosis metabolik, gejala gangguan neurologis, dan bahkan kematian.

Belum ada keterangan resmi, apakah miras oplosan tersebut berkaitan satu sama lain.

Namun yang jelas, ketiga negara bagian itu berdekatan di Semenanjung Malaysia.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved