BINTAN TERKINI

Nelayan Diusir Polisi Perairan Malaysia dan Singapura, DKP Bintan Akan Laporkan ke Pemrov Kepri

Nelayan Desa Berakit mengaku kerap diusir petugas keamanan laut Singapura dan Malaysia saat menangkap ikan di dekat perbatasan

Nelayan Diusir Polisi Perairan Malaysia dan Singapura, DKP Bintan Akan Laporkan ke Pemrov Kepri
Tribunbatam.id/Aminudin
Seorang nelayan di Bintan tengah memperbiki jaring di rumah. Musim utara, banyak nelayan stop melaut. 

Laporan Wartawan Tribun Bintan, Alfandi simamora.

TRIBUNBINTAN.com, BINTAN - Nelayan Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Kepri belum lama ini mengeluhkan masalah batas area perairan untuk menangkap ikan di perairan yang berdekatan dengan negara tetangga.

Nelayan Desa Berakit mengaku sering diusir petugas keamanan laut Singapura dan Malaysia saat menangkap ikan di dekat perbatasan.

Menurut nelayan, tidak adanya boya atau perangkat batas laut yang terpasang di perbatasan bisa jadi penyebabnya.

Gara-gara itu, nelayan kerap memasuki wilayah perairan negara tetangga dan tidka tahu bahwa itu masuk perairan negara orang.

Masalah ini kemudian ditanykan ke dinas terkait. Lantas apa kata mereka?

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bintan Fachrimsyah mengatakan, menyampaikan keluhan soal tapl batas ke provinsi.

Keluhan masalah keberadaan boya atau tapal batas perairan Indonesia itu menurutnya sudah menjadi tanggungjawab dinas terkait di Pemprov Kepri.

Lirik Lagu dan Terjemahan Bahasa Indonesia Side Effects Stray Kids, Lengkap dengan MV

Ayu Ting-Ting Berulangtahun ke 27, Dapat Kejutan dari Robby Purba, Ayah Rozak Panggil Mantu

"Terkait dengan keluhan ini nanti  kita akan sampaikan itu ke provinsi. Karena itu kewenangan dari provinsi,"terangnya, Kamis (20/6/2019).

 

Ia juga mengaku, sejauh ini belum menerima laporan terkait permasalahan itu, dan meminta supaya masyarakat nelayan rajin melaporkan setiap peristiwa yang terjadi di laut kepada dinasnya.

"Kita harapkan nelayan juga rajin melapork an ke kita, dan kita akan menampung aspirasi itu untuk segera kita sampaikan kepada provinsi untuk ditindaklanjuti,"pungkasnya.(als)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Aminnudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved