KARIMUN TERKINI

BP Karimun Tawarkan Investasi Bidang Shipyard Saat Jamu Perwakilan Pengusaha Singapura

"Kita sempat tawarkan shipyard dan pergudangan,"ucap Kepala BP Karimun Candra Nawazir soal kunjungan 18 pengusaha asal Singapura

BP Karimun Tawarkan Investasi Bidang Shipyard Saat Jamu Perwakilan Pengusaha Singapura
facebook/Alan
Ilustrasi_Salah satu galangan kapal di Tanjunguncang, Batam. 

TRIBUNBATAM.id - Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Karimun, Kepulauan Riau masih seksi untuk dilirik oleh calon penanam modal asing (PMA).

Setidaknya hal itu terlihat dari kunjungan 18 orang perwakilan pengusaha asal Singapura pada Kamis (20/6) kemarin.

Mereka sempat dibawa berkeliling Pulau Karimun menggunakan bus milik Pemkab Karimun oleh Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Karimun.

Belasan perwakilan pengusaha tersebut juga sempat melakukan pertemuan dengan Bupati Karimun Aunur Rafiq di rumah dinas.

Kepala BP Kawasan Karimun, Cendra Nawazir yang dihubungi Tribun Batam awalnya sempat enggan membeberkan kunjungan 18 pengusaha asal negeri Merlion itu.

Cendra beralasan, kunjungan tersebut baru sebatas kunjungan biasa untuk melihat-lihat potensi Karimun dan belum ada pembicaraan serius mengarah kepada penanaman investasi.

"Iya, baru sebatas lihat-lihat, belum apa-apa. Kalau sudah ada apa-apa, pasti kami beritahu media," kata Cendra saat dihubungi Jumat (21/6).

Namun begitu, Cendra mengatakan pihaknya sempat menawarkan kepada 18 perwakilan pengusaha Singapura itu untuk berinvestasi di bidang shipyard dan pergudangan.

"Kita sempat tawarkan shipyard dan pergudangan. Tapi ya itu tadi, soal mau atau tidaknya, kita masih menunggu. Harapan kita tentu saja mereka mau ya. Nanti lah, kalau sudah, kita kabari lagi ya," kata Cendra.

 

Warga Karimun Was-was dengan Fenomena Cuaca Panas Tapi Turun Hujan, Apa Kata BMKG?

Lion Air Siap Turunkan Harga Tiket, Begini Penjelasan Manajemen Lion

Investasi asing terutama dari Singapura bukan hal baru di Karimun. Dana usaha pengusaha dengan mata uang bernama dollar Singapura itu, termasuk yang tertinggi di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Karimun.

Mereka umumnya berinvestasi di bidang pertambangan seperti granit dan shipyard dengan total nilai investasi ratusan miliaran rupiah. (yah)

Penulis:
Editor: Aminnudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved