Ketua Tim Hukum BPN Prabowo-Sandiaga Nilai KPU dan Saksi Ahli-nya Sombong dan Bohong

Bambang Widjojanto bahkan sampai menilai KPU RI terlampau sombong dalam menghadapi gugatan sengketa Pilpres 2019 tersebut.

Ketua Tim Hukum BPN Prabowo-Sandiaga Nilai KPU dan Saksi Ahli-nya Sombong dan Bohong
Tribunnews/JEPRIMA
Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Hashim Djojohadikusumo bersama Ketua Tim Kuasa Hukum BPN Bambang Widjajanto dan Kuasa Hukum BPN Denny Indrayana saat menyerahkan berkas gugatan sengketa Pemilu 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019). Gugatan dilakukan oleh Tim BPN Prabowo - Sandiaga ke MK karena pihaknya mengikuti koridor hukum. 

TRIBUNBATAM.id - KPU RI hanya menghadirkan seorang saksi ahli saja dalam sidang gugatan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (20/6/2019).

Sikap KPU RI tersebut langsung mendapat tanggapan dari Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto -  Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto (BW). 

Bambang Widjojanto bahkan sampai menilai KPU RI terlampau sombong dalam menghadapi gugatan sengketa Pilpres 2019 tersebut.

Karena dalam sidang sengketa hasil Pilpres 2019 Kamis (20/6/2019) kemarin di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, KPU RI hanya menghadirkan satu orang saksi ahli.

"Mereka (KPU RI) kan memang terlalu ‘over confident’ kalau tidak mau disebut terlalu sombong, teman-teman di sana terlalu sombong, Firaun dulu juga sombong. Kalau kami tak mau sombong, kami mau menunjukkan bukti sekecil apa pun," ungkap Bambang Widjojanto saat ditemui di Gedung MK, Jumat (21/6/2019) pagi.

Bambang Widjojanto sendiri meragukan kualitas kesaksian dari saksi ahli yang dihadirkan KPU RI yaitu Marsudi Wahyu Kisworo yang merupakan ahli IT (Informasi dan Teknologi).

Kuasa Hukum BPN, Bambang Widjojanto Ditegur Hakim Konstitusi saat Sidang di MK Karena Ulahnya Ini

Oknum Polisi Berpangkat AKBP Dilaporkan Dugaan Cabuli Siswi SMP, Dicekoki Miras Dulu Hingga Mabuk

Mutasi Polri Terbaru 2019, Kapolri Geser Deputi Penindakan KPK, Ini Jabatan Baru Irjen Firli

Moeldoko Langsung Bantah Saksi Kubu Prabowo-Sandiaga, Hairul Anas, Apa Isi Kesaksian dan Bantahannya

Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Hasyim Asyari memberikan contoh amplop suara sah saat sidang lanjutan sengketa hadil pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2019). KPU membawa amplop baru untuk dibandingkan dengan amplop yang ditemukan saksi Prabowo Sandi dalam sidang sengketa pilpres kemarin (19/6) yang dibawa oleh Beti Kristina. Tribunnews/Jeprima
Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Hasyim Asyari memberikan contoh amplop suara sah saat sidang lanjutan sengketa hadil Pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2019). KPU membawa amplop baru untuk dibandingkan dengan amplop yang ditemukan saksi Prabowo Sandi dalam sidang sengketa Pilpres kemarin (19/6) yang dibawa oleh Beti Kristina. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Bahkan BW menyebut kesaksian Marsudi adalah bohong terutama soal pengakuannya sebagai desainer SITUNG (Sistem Informasi Penghitungan) milik KPU RI.

"Beliau bilang mendesain sejak tahun 2004, saya dengar bahwa hal itu bohong.

Saya juga baru dengar soal itu. Bagaimana ini kesaksiannya," tegas BW.

Di akhir BW mempersilakan publik untuk menilai sendiri kualitas saksi yang dihadirkan KPU RI.

"Biarlah masyarakat menilai siapa yang sombong dan bohong, saya tak perlu ajukan keberatan. Urusan klaim siapa yang mendesain saja dia bohong," kata BW.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul KPU Hanya Hadirkan Seorang Saksi Ahli, Bambang Widjojanto: Mereka Terlalu Sombong

Editor: Thom Limahekin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved