KARIMUN TERKINI

Warga Karimun Was-was dengan Fenomena Cuaca Panas Tapi Turun Hujan, Apa Kata BMKG?

Tidak hanya itu, warga juga membuat warga bingung karena kondisi itu membuat jemuran seperti pakaian dan lainnya jadi lambat kering

Warga Karimun Was-was dengan Fenomena Cuaca Panas Tapi Turun Hujan, Apa Kata BMKG?
theconversation.com
Ilustrasi suhu panas 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Sejak beberapa hari ini, wilayah Kabupaten Karimun, Kepri kerap muncul fenomena alam hujan-panas (panas kemudian disertai turun hujan).

Sejumlah warga mengaku was-was, fenomena alam tersebut akan berpengaruh buruk terhadap kesehatan mereka.

"Nah, hujan panas lagi. Kenapa ya, sekarang sering hujan panas? Sudah beberapa hari belakangan ini kejadian. Kata orangtua dulu, sangat diminta tidak berjalan saat kondisi cuaca seperti itu, bahaya akan kesehatan," kata Toinem, seorang warga Tebing usai menyaksikan fenomena alam hujan panas, Jumat (21/6).

Tidak hanya itu, warga juga membuat warga bingung karena kondisi itu membuat jemuran seperti pakaian dan lainnya jadi lambat kering.

"Jadi bingung, hujan tapi panas. Baru saja jemur pakaian, panas tapi hujan. Kadang bosan, saya biarkan saja jemurannya," kata Yanti, warga Tebing lainnya.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Sei Bati, Tanjungbalai Karimun, Raden Eko Sarjono mengatakan, fenomena alam hujan di tengah terik matahari merupakan fenomena normal atau biasa terjadi di daerah kepulauan seperti Karimun.

"Memang kondisi geografis Karimun seperti itu mas, karena Karimun itu kepulauan," kata Raden Eko Sarjono.

Dikutip dari berbagai sumber, fenomena hujan di saat terik matahari suatu proses pembentukan hujan. Dalam bentukan awan hujan diperlukan sebuah uap dari bumi.

Lion Air Siap Turunkan Harga Tiket, Begini Penjelasan Manajemen Lion

Download Lagu MP3 All Night RM BTS dan Suga BTS Feat Juice WRLD, Lengkap Lirik Lagu dan Terjemahan

Mimpikan Anaknya Dicari Banyak Orang, Orang Tua di Bekasi Beri Nama Anaknya Google

Panas matahari yang masuk menyinari tersebut sedang memproduksi uap. Sinar matahari itu tersebut masuk melalui awan yang terbuka oleh tiupan angin sehingga cuaca menjadi cerah.

Sementara itu seorang dokter di salah satu klinik mengatakan cuaca sangat berpengaruh terhadap kesehatan.

Belakangan ini, klinik tempat ia bekerja, sering penuh oleh warga yang mengalami gangguan kesehatan ringan akibat pengaruh cuaca tak menentu seperti batuk, flu, pilek dan badan pegal-pegal.

"Belakangan ini di tempat klinik saya banyak yang berobat, hampir tiap hari full, pasien rawat jalan. Keluhannya hampir sama semua, flu, batuk, pilek dan pegal-pegal. Itu biasanya pengaruh cuaca tak menentu. Apalagi Karimun belakangan sering hujan lalu mendadak panas, itu berpengaruh terhadap kesehatan, kalau tidak kuat, bisa jatuh sakit, iya" katanya yang enggan namanya dipublisikan. (yah)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Aminnudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved