BP Batam akan Keluarkan Aturan, Lahan Warga 200 Meter Persegi Jadi Nol UWT, Tapi Statusnya Tetap HGB

Selain kampung tua, pembebasan Uang Wajib Tahunan (UWT) bagi lahan seluas di bawah 200 M2 juga menjadi konsen Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan

BP Batam akan Keluarkan Aturan, Lahan Warga 200 Meter Persegi Jadi Nol UWT, Tapi Statusnya Tetap HGB
TRIBUNBATAM.id/ROMA
Kepala BP Batam, Edy Irawadi bersama sanak keluarganya menghadiri undangan open house di kediaman Wali Kota Batam, Rabu 5 Juni 2019 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Selain kampung tua, pembebasan Uang Wajib Tahunan (UWT) bagi lahan seluas di bawah 200 M2 juga menjadi konsen Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil.

"Tahun ini akan diselesaikan," kata Sofyan, Jumat (21/6) di Batam.

Teknisnya, lahan seluas maksimum 200 M2 itu untuk peruntukan perumahan. Badan Pengusahaan (BP) Batam akan membuat aturan, lahan maksimum 200 M2, nilai Uang Wajib Tahunan (UWT)-nya nol (0) Rupiah.

"UWT-nya nol Rupiah kalau perumahan. Untuk bisnis, tidak. Bisnis tetap harus bayar," ujarnya.

Penentuan lahan maksimum 200 M2 ini, berdasarkan dokumen lahan yang sudah ada saat ini.

Menurut Sofyan, hal itu tidak sulit. Karena hampir semua tanah di Batam sudah terukur luasannya.

BP Batam Gandeng Kemenpan Gelar Pelatihan Penyusunan Peta Bisnis, Ini Tujuan Utamanya

Download MP3 lagu RM BTS & Suga BTS feat Juice WRLD All Night, OST BTS WORLD Part 3

Festival Makanan di Batam Hadirkan Master Chef Indonesia, Intip Menu Makanannya yuk

Download MP3 lagu RM BTS & Suga BTS feat Juice WRLD All Night, OST BTS WORLD Part 3

"BP akan keluarkan aturan, bagi masyarakat yang punya lahan sampai maksimum 200 M2, meraka tak perlu bayar UWT," tegas Sofyan lagi.

Lantas, bagaimana dengan statusnya, apakah akan beralih menjadi Hak Milik setelah UWT-nya dibebaskan?

"Nggak... Nggak. Tetap HGB (Hak Guna Bangunan)," ujarnya.

Bahkan kata Sofyan, mereka yang sudah punya lahan berstatus hak milik saat ini, akan diturunkan statusnya menjadi HGB, kalau dijual dengan pihak lain.

Halaman
12
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved