Mau Belanja Supermurah dan Bertabur Diskon? Great Singapore Sale Berlangsung Selama 5 Minggu
Great Singapore Sale dimulai dengan peragaan busana jalanan untuk pertama kalinya, Jumat (21/6/2019) sore di persimpangan Orchard dan Cairnhill
TRIBUNBATAM.ID, SINGAPURA - Ajang tahunan yang paling ditunggu-tunggu di Singapura, Great Singapore Sale (GSS), kembali dimulai.
Sejak Jumat (21/6/2019) hingga lima minggu ke depan, 28 Juli, hampir seluruh outlet menjual produk dengan harga supermurah dan bertabur diskon di Great Singapore Sale.
Singapura memang sejak dulu dikenal sebagai negara wisata belanjag terbesar di Asia Tenggara sehingga, namun tidak ada yang semenarik Great Singapore Sale yang menjadi ajang belanja murah setiap tahunnya.
Dilansir TribunBatam.id dari The Straits Times, Great Singapore Sale tahun ini tidak sekadar menawarkan banyak diskon yang gila-gilaan, seperti biasanya.
Bahkan, "GSS: Experience Singapore", begitu tajuknya tahun 2019 ini, juga menjadi ajang festival besar dengan berbagai jenis pertunjukan dan seni, seperti kios pop-up, pemutaran film dan peragaan busana.
Direktur eksekutif Asosiasi Pengecer Singapura (SRA), Rose Tong mengatakan kepada The Straits Times, Kamis, mengatakan: "Pengecer dan masyarakat meminta kepada kami agar GSS seharusnya lebih dari sekadar diskon karena itu bisa Anda dapatkan sepanjang tahun di Singapura."
Apalagi, belakangan ini minat belanja terus menurun karena dampak ekonomi global.
"Kami pikir, jika GSS tetap seperti itu, akhirnya akan mati. Jadi kami tahu bahwa kami perlu perubahan."
Berbeda dari tahun sebelumnya, periode penjualan kali ini lebih pendek, hanya lima minggu, sehingga akan membantu menciptakan rasa urgensi yang lebih besar.
"Jika lebih lama orang mungkin menunda membeli, berpikir bahwa mereka dapat diskon di lain waktu," katanya.
Alhasil, meskipun waktunya pendek, namun banyak kegiatan dan atraksi yang akan membuat orang betah berbelanja.
Maka, berbagai atraksi dan panggung pun digelar.
GSS dimulai dengan peragaan busana interaktif untuk pertama kalinya, dari jam 15.00 hingga 17.30, Jumat, di persimpangan jalan Orchard dan Cairnhill.
Orchard Road Fashion Scramble akan menggunakan persimpangan sebagai catwalk dan melibatkan 300 model dan penari yang didandani oleh desainer lokal dan internasional.
Desainer Singapura menjadi perhatian utama di GSS yang kini diembel-embeli Experience Singapore
Selain peragaan busana luar ruangan, sorotan lain termasuk pasar pop-up dari 21 hingga 30 Juni, di berbagai lokasi di Orchard Road.
Kemudian film pendek yang dibuat oleh mahasiswa Politeknik Temasek yang diputar di Design Orchard dan tempat parkir Grange Road di sebelah Scape.
Tahun ini, kegiatan GSS juga akan diperluas ke Kampong Glam. Di sana akan ada pameran busana tradisional, pasar kerajinan tangan dan pasar loak untuk pakaian vintage dan pakaian yang sudah lama digemari.
GSS yang tahun ini memasuki tahun ke-25 ini biasanya digelar sebulan sejak tahun 1994 dan dengan cepat menjadi ajang ritel terbesar di Singapura, bahkan Asia Tenggara.
Hanya saja, menurut ST, penjualan tahun 2018 sedikit menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Angka-angka dari Departemen Statistik menunjukkan bahwa penjualan ritel, tidak termasuk kendaraan bermotor, mencatat pertumbuhan hanya 0,2 persen di bulan Juni dan Juli 2018 dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2017.
Pakar ritel mengatakan kepada The Straits Times bahwa perubahan yang dilakjukan tahun 2019 ini tepat waktu.
Associate Professor Ang Swee Hoon dari National University of Singapore Business School, mengatakan, konsumen ingin datang tidak sekadar belanja karena hal itu sudah biasa.
Konsumen ini menjadi bagian dari acara yang lebih besar.
"Orang-orang suka pesta belanja. Ini bukan hanya tentang membeli sesuatu, tetapi ada unsur hiburan juga," katanya.
Dia juga setuju dengan langkah untuk memotong durasi penjualan.

"Ini mendorong konsumen untuk berbelanja sekarang dan tidak menunda-nunda sampai mereka akhirnya lupa," katanya.
"Ini juga akan memiliki dampak yang lebih besar karena akan selalu ada beberapa peristiwa di tikungan. Itu akan memberikan musim kegembiraan di luar diskon."
Dr Seshan Ramaswami, profesor pendidikan pemasaran di Singapore Management University, mengatakan, harus ada hubungan yang jelas antara acara yang direncanakan dan pengecer.
"Perlu ada elemen digital dalam acara ini untuk mengintegrasikannya ke dalam GSS: Misalnya, kode QR ditampilkan di akhir pertunjukan yang memberikan diskon di gerai ritel di sekitarnya. Jika tidak, konsumen hanya berkumpul di tempat acara dan tidak berdampak pada pedagang di dekatnya, "katanya.
Karena itu, ada dua episentrum GSS: Experience Singapore tahun ini, yakno Orchard Road dan Kampong Gelam.
Dalam acara ini, SRA menggandeng kerjasama dengan sejumlah asosiasi. Mulai dari One Kampong Gelam (OKG), Orchard Road Business Association (ORBA), Restaurant Association of Singapore (RAS), Singapore Furniture Industries Council (SFIC), dan Textile and Fashion Federation (TAFF).
Berbagai prooduk dan komoditi, mulai dari art and desain, food and beverages, hingga atraksi seru siap untuk memanjakan para shopaholic.
Tidak hanya berbagai gerai, para penyedia kartu kredit pun memberikan berbagai diskon menarik dalam GSS kali ini.
Ingin tahu informasi lengkap tentang GSS: Expreience Singapore|? Bisa kunjungi link ini:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/22012019-great-singapore-sale.jpg)