Breaking News:

China Produksi Tasbih dari Babi itu Hoax, Kominfo Rilis 10 Info Hoax, Ancaman Penjara Jika Disebar

Kementerian Informasi dan Komunikasi kembali merilis daftar info hoax yang beredar via media sosial beberapa hari terakhir.

kominfo.go.id
HOAX China Produksi Tasbih dari Babi & Berikut Daftar 10 Info Hoax, Ancaman Penjara Jika Anda Sebar 

Hoax China Produksi Tasbih dari Babi & Berikut Daftar 10 Info Hoax yang dirilis Kominfo

TRIBUNBATAM.id -  Kementerian Informasi dan Komunikasi kembali merilis daftar info hoax yang beredar via media sosial beberapa hari terakhir.

Daftar info hoax itu terpampang di website resmi Kominfo.go.id, Minggu (23/6/2019), ada 10 info Hoax yang meresahkan.

Kominfo meminta warga dunia maya Tanah Air untuk pintar berselancar di dunia maya dengan menyaring informasi yang masuk.

Berikut rangkumannya:

Beredarnya konten-konten hoaks di media sosial dapat dilakukan dengan berbagai cara.

VIRAL Penemuan Ceret Wudhu dalam Batang Pohon Boabab di Afrika, Fakta atau Hoax

Termasuk mengutip kebijakan pemerintah, kemudian dipelintir sedemikian rupa.

Seperti sebuah artikel dari situs klikshare.info dan binpers.com yang diberi judul "Awal Juli Tarif Dasar Listrik Kembali Naik?" dan "Tarif Dasar Listrik Naik Lagi Awal Juli 2019".

Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ferdinandus Setu mengatakan, terkait artikel tersebut telah dibantah oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, bahwa kabar tersebut bohong alias hoaks.

"Kabar yang mengatakan ada kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) itu hoaks. Tidak benar yaa, sudah diklarifikasi pak Ignasius," kata Ferdinandus di Jakarta, Jum'at (21/6/2019).

Selain diklarifikasi Menteri Ignasius, Ferdinandus menjelaskan, setelah ditelusuri oleh Tim AIS Kementerian Kominfo, ternyata artikel tersebut sudah dimuat oleh situs republika.co.id dan sudah terbit sejak Selasa 13 Juni 2017.

“Dalam artikel itu juga sudah jelas tertulis "Tarif Dasar Listrik (TDL) kembali mengalami kenaikan per 1 Juli 2017, jadi bukan 2019. Itu berita lama yang sengaja dipelintir," ujarnya

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved