Arus Penumpang Lebaran 2019 Turun 1,41 Persen, Diduga Bersamaan Dengan Ujian Sekolah

Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Klas I Tanjungbalai Karimun membubarkan tim terpadu angkutan laut Lebaran 2019, Senin (24/6).

Arus Penumpang Lebaran 2019 Turun 1,41 Persen, Diduga Bersamaan Dengan Ujian Sekolah
TRIBUN BATAM/YAHYA
Tim Terpadu Angkutan Laut Lebaran 2019 foto bersama usai apel di KSOP Klas I Karimun, Senin (24/6). 
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Klas I Tanjungbalai Karimun membubarkan tim terpadu angkutan laut Lebaran 2019, Senin (24/6).
Pembubaran dilakukan dengan menggelar sebuah apel bersama di halaman KSOP Klas I Tanjungbalai Karimun.
Apel dipimpin oleh Kepala Bidang Lalu Lintas dan Usaha Kepelabuhan, Marganda dan dihadiri sejumlah perwakilan instansi terkait seperti Lanal, BUP, Pelindo, Polres Karimun dan INSA.
Berdasarkan data KSOP, selama arus mudik dan arus balik (H-15 s/d H+15), penumpang turun pada 9 pelabuhan yang termasuk dalam wilayah kerja KSOP Klas I Tanjungbalai Karimun, tercatat sebanyak 222.875 orang, penumpang naik sebanyak 235.525 orang.
Kesembilan pelabuhan tersebut yakni internasional, domestik, Sri Tanjung Gelam, pelabuhan Roro di Parit Rempak, Tanjungbatu, Tanjung Berlian, Selat Beliah, Moro dan Penyalai.
Namun begitu, secara akumulasi terjadi penurunan sekitar 1,41 persen dibandingkan periode sama pada tahun 2018.
Pada tahun 2018, total penumpang yang turun dan naik di 9 pelabuhan tersebutpemudik sebanyak 464.948 orang, pada 2019 sebanyak 458.400 orang atau selisih sekitar 6.548 orang atau sekitar 1,41 persen.
Marganda menduga penurunan tersebut disebabkan libur lebaran yang hampir bersamaan dengan libur sekolah pada 1 Juli 2019.
"Secara akumulasi terjadi penurunan dibandingkan tahun 2018 sekitar 1,41 persen. Hal itu mungkin dikarenakan libur lebaran yang hampir bersamaan dengan libur anak-anak sekolah, sehingga orangtua memilih untuk menunggu," ujar Marganda kepada wartawan usai apel.
Persentase penurunan penumpang pada umumnya terjadi di pelabuhan antar pulau di Karimun seperti pelabuhan Tanjungbatu, Tanjung Berlian, Selat Beliah,, Moro dan Penyalai sekitar 10,28 persen dibandingkan 2018.
Sementara arus penumpang di pelabuhan internasional, domestik, Sri Tanjung Gelam dan pelabuhan Roro di Parit Rempak justru mengalami kenaikkan sekitar 3,54 persen dibandingkan 2018.
Marganda juga memastikan tidak ada kejadian luar biasa seperti penumpang tidak terangkut selama arus mudik dan arus lebaran 2019.
Perihal ratusan penumpang kapal Ferry Dumai Express tujuan Batam yang gagal berangkat pada 8 Juni 2019 dan memilih tidur di area pelabuhan domestik dan internasional Karimun, Marganda menilai hal itu bukan sebuah kasus melainkan diundur dengan pertimbangan keselamatan.
"Kapalnya sudah datang kemalaman, demi keselamatan, kami minta untuk tidak berangkat pada hari itu. Tapi besok paginya langsung diangkut, jadi kami menilai itu bukan sebuah kasus," kata Marganda.
Penumpang dari dan ke Kota Batam via pelabuhan domestik Sekupang dan Harbourbay dan pelabuhan domestik Selat Panjang di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau tercatat sebagai tiga pelabuhan penyumbang arus mudik dan arus balik terbanyak.
"Pelabuhan Sekupang, penumpang turun 26.488 orang, naik 25.254 orang, Harbourbay penumpang turun 16.025 orang, naik 17.233 orang dan pelabuhan Selat Panjang penumpang turun 16.608 orang, naik 17.523 orang," kata Marganda.
Marganda mengucapkan terimakasih atas support dan kerjasama dari smeua pihak terutama instansi yang masuk ke dalam tim terpadu angkutan laut Lebaran 2019. (yah)
 
Penulis:
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved