BATAM TERKINI

BP Batam Luluh, Revisi Perka Nomor 10/2019 atas Masukan dari Pengusaha

BP Batam akhirnya luluh dan akan merevisi Perka nomor 10 tahun 2019, mengakomodir keluhan pengusaha.

BP Batam Luluh, Revisi Perka Nomor 10/2019 atas Masukan dari Pengusaha
TRIBUNBATAM.id/Dewi Haryati
Peserta sosialisasi Perka 10 Tahun 2019 yang digelar BP Batam berjejalan di depan pintu masuk ruangan sosialisasi, Kamis (20/6/2019). 

TRIBUNBATAM.id - BP Batam akhirnya luluh dan akan merevisi Perka nomor 10 tahun 2019, mengakomodir keluhan pengusaha.

Perka BP Batam nomor 10 tahun 2019 menjadi polemik karena terbit terbilang mendadak, selain itu aturan baru mengenai pemasukan barang dari luar negeri itu juga belum berkoordinasi dengan bea dan cukai.

Revisi Perka nomor 10 tahun 2019 dilakukan setelah melalui proses diskusi melibatkan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, serta masukan dari para pelaku usaha.

"Masukan dan saran pelaku usaha sudah kami upayakan agar dipertimbangkan, dan BP Batam senantiasa berupaya terus untuk meningkatkan pelayanan perizinan di bidang lalulintas barang," kata Direktur Lalulintas Barang BP Batam, Tri Novianta Putra dalam rilis Humas BP Batam, Minggu (23/6/2019).

Reaksi Pengusaha Soal Perka BP Batam Nomor 10/2019, Apindo: Minta Masukan Dulu, Baru Buat Aturan

Pembahasan Perka No 10 Oleh BP Batam Selama Ini Tidak Pernah Libatkan BC Batam

Ia menuturkan, pada prinsipnya Perka No.10/2019 direvisi kembali seperti perka sebelumnya. Dengan begitu, diharapkan sudah tidak ada keresahan di kalangan pelaku usaha.

Sebelumnya, Direktorat Lalulintas Barang BP Batam menyelenggarakan sosialisasi Perka No.8/2019 Jo Perka No. 10/2019 tentang Penyelenggaraan Pemasukan dan Pengeluaran Barang dari dan ke Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Kamis (20/6) di Gedung IT Center BP Batam.

Novi menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pelaku usaha Batam yang telah hadir, pada kegiatan sosialisasi dan memberikan perhatian penuh terhadap peraturan yang mengatur kegiatan lalulintas barang di Kawasan Bebas Batam ini.

Bahkan antusiasme luar biasa dari para pelaku usaha, membuat jumlah peserta yang hadir hingga melebihi kapasitas ruangan yang telah disiapkan. Novi juga meminta maaf atas keterbatasan ruang dan tempat.

"Karena banyaknya minat para pelaku usaha yang hadir pada acara tersebut, sehingga banyak pelaku usaha yang tidak mendapatkan tempat duduk. Kami mengucapkan permohonan maaf," ujarnya.

Novi mengatakan, BP Batam menerima banyak sekali masukan, baik disampaikan secara langsung, surat maupun email yang dikirim kepada BP Batam. Itu kaitannya dengan keberatan dan permasalahan yang pengusaha hadapi akibat diberlakukannya Perka 10/2019. Terutama berkaitan dengan rasionalisasi barang konsumsi.

Novi mengapresiasi masukan yang telah disampaikan para pengusaha dan berjanji akan menyampaikan masukan dan usulan pelaku usaha kepada Kepala BP Batam beserta jajaran pimpinan.

Direktur Promosi dan Humas BP Batam Budi Santoso mengatakan, BP Batam berharap iklim perekonomian di Batam senantiasa kondusif. Untuk itu revisi Perka No.10/2019 merupakan bentuk dukungan agar kegiatan perindustrian dapat berjalan dengan baik.

Ia menyebutkan, BP Batam akan mendukung kegiatan perekonomian di Batam agar terus berkembang dan menjadi kawasan tujuan investasi. BP Batam juga terus membuka diri menerima masukan dari para pelaku usaha di Batam guna meningkatkan perekonomian Batam. (*/tribunbatam.id/dewiharyati)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved