BW Sebut Upaya Tim Hukum 01 Memidanakan Saksi 02 di Sidang MK Bagian dari Dramatisasi : Lebay!

Yusril Ihza Mahendra sebagai pihak terkait bernama Anas Nasikhin juga diduga beberapa kali menyampaikan keterangan yang tidak sesuai fakta.

BW Sebut Upaya Tim Hukum 01 Memidanakan Saksi 02 di Sidang MK Bagian dari Dramatisasi : Lebay!
Tribunnews/Jeprima
Ketua Tim Hukum Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN), Bambang Widjojanto (tengah) menghadiri sidang sengketa hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Selasa (18/6/2019). Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum atau Sengketa Pilpres 2019 mengagendakan pembacaan tanggapan pihak termohon dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pihak terkait dalam hal ini Tim Kampanye Nasional (TKN). Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNBATAM.id  - Kuasa hukum paslon Jokowi-Maruf, Yusril Ihza Mahendra pernah mengatakan terbuka peluang untuk membawa salah satu saksi kubu Prabowo-Sandiaga ke ranah pidana karena dinilai memberikan kesaksian palsu.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto mengaku belum berpikir melangkah sejauh itu lantaran masih fokus pada proses hukum di Mahkamah Konstitusi atau MK.

“Setidaknya kami belum berpikir ke arah itu karena lebih fokus pada proses di MK,” ungkap Bambang Widjojanto di posko BPN, Kebayoran Baru, Jaksel, Senin (24/6/2019).

Bambang Widjojanto menilai salah satu saksi yang dibawa kubu Yusril Ihza Mahendra sebagai pihak terkait bernama Anas Nasikhin juga diduga beberapa kali menyampaikan keterangan yang tidak sesuai fakta.

 
 

Bahkan mantan pimpinan KPK itu menyebut tak ada satu pun saksi dari pihak KPU sebagai pemohon maupun dari pihak terkait yang mampu mematahkan keterangan saksi ahli yang dibawanya bernama Jaswar Koto.

Bambang Widjojanto menegaskan rencana mempidanakan salah satu saksi adalah upaya dramatisasi proses di MK.

“Gerakan kami adalah ‘substantial value’, mari kita bertarung dengan nilai, kita ini sedang membangun sejarah, jadi jangan ada dramatisasi-dramatisasi,” pungkas Bambang Widjojanto.

Melihat Indikasi Kesaksian Palsu

Ketua Tim Hukum kubu 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra menduga ada kesaksian palsu dalam sidang sengketa Pilpres 2019.

Yusril mengaku bakal melaporkan kesaksian dari saksi kubu 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang menurutnya kebohongan, Jumat (21/6/2019).

 

Ketua Tim Hukum TKN, Yusril Ihza Mahendra menghadiri sidang perdana sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019). Sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum atau Sengketa Pilpres mengagendakan pemeriksaan pendahuluan kelengkapan dan kejelasan pemohon dari tim hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN). Tribunnews/Jeprima
Ketua Tim Hukum TKN, Yusril Ihza Mahendra menghadiri sidang perdana sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019). Sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum atau Sengketa Pilpres mengagendakan pemeriksaan pendahuluan kelengkapan dan kejelasan pemohon dari tim hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN). Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)

“Kami nanti bisa tanyakan kepada Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf, ini sidang sudah selesai, ada kesaksian palsu," kata Yusril di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2019).

"Kita dengar pendapat beliau-beliau bagaimana, kalau bilang ya sudah dimaafkan maka selesai urusannya,” imbuhnya.

Halaman
1234
Editor: Aminudin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved