Mahfud MD Komentari Kesaksian Keponaannya Sendiri Hairul Anas yang Dihadirkan Kubu BPN di Sidang MK

Pendapat tersebut dikemukakan oleh Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dan Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun.

Mahfud MD Komentari Kesaksian Keponaannya Sendiri Hairul Anas yang Dihadirkan Kubu BPN di Sidang MK
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD saat menghadiri diskusi bertajuk Saresehan Kebangsaan, di Four Points Hotel, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (9/2/2019). 

TRIBUNBATAM.id - Alat bukti tim hukum Prabowo - Sandiaga di sidang sengketa Pilpres 2019 tidak kuat.

Pendapat tersebut dikemukakan oleh Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dan Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun.

Misalnya saja terkait klaim ada kesalahan angka yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menurut Mahfud MD, klaim angka 52 persen untuk pasangan calon nomor urut 02 itu tidak dapat dibuktikan.

"Soal kuantitatif, klaim ada kesalahan angka yang ditetapkan, yang seharusnya 52 persen untuk paslon 02, 48 persen 01 itu sama sekali tidak dibuktikan, sehingga dengan demikian keputusan KPU tentang angka itu harus dianggap benar," ujar Mahfud MD seperti dilansir dari tayangan YouTube TVONE, Senin (24/6/2019).

Kemudian, lanjut Mahfud MD, pihak pemohon dalam hal ini kubu Prabowo - Sandiaga juga tidak dapat membuktikan secara langsung adanya dugaan pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

"Dalam catatan saya tidak ada yang secara langsung bisa dibuktikan oleh pemohon 02," katanya.

"Semua laporan atau indikasi kecurangan tetapi berapa dan di mananya siapa yang melakukan langsung kecurangan yang berpengaruh terhadap jalannya Pemilu tidak terbuktikan," tambahnya.

Tak hanya itu, Mahfud MD juga mengomentari kesaksian saki BPN, Hairul Anas.

Hairul Anas sendiri merupakan keponakan dari Mahfud MD.

Menurut Mahfud MD, apa yang disampaikan Hairul Anas dalam persidangan bukanlah alat bukti.

"Saksi Hairul Anas mengatakan di dalam TOT itu TKN mengatakan bahwa di dalam demokrasi itu biasa curang, saya kira itu bukan bukti, itu adalah konstatasi yang dikatakan oleh siapa saja," terangnya.

Halaman
1234
Editor: Thom Limahekin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved