Bambang Widjojanto Sindir Mahfud & Hamdan Zoelva:Yang Lebih Hebat Itu Coach & Pemain, Bukan Penonton

Jelang putusan MK 27 Juni 2019 soal sengketa Pillpres 2019, Ketua Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto sindir dua Mantan Ketua

Bambang Widjojanto Sindir Mahfud & Hamdan Zoelva:Yang Lebih Hebat Itu Coach & Pemain, Bukan Penonton
Tribunnews/Jeprima
Ketua Tim Hukum Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN), Bambang Widjojanto (tengah) menghadiri sidang sengketa hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Selasa (18/6/2019). Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum atau Sengketa Pilpres 2019 mengagendakan pembacaan tanggapan pihak termohon dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pihak terkait dalam hal ini Tim Kampanye Nasional (TKN). Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNBATAM.id - Jelang putusan MK 27 Juni 2019 soal sengketa Pillpres 2019, Ketua Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto sindir dua Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dan Hamdan Zoelva.

Mahfud MD dan Hamdan Zoelva kerap memberikan penilaian terkait sidang sengketa hasil Pilpres 2019 di media.

Bambang Widjojanto menggunakan istilah dalam sepakbola untuk menyindir Mahfud MD dan Hamdan Zoelva.

Hal tersebut disampaikan Bambang Widjojanto dalam sebuah diskusi seperti tampak dalam video di saluran YouTube Macan Idealis, Selasa (25/6/2019

Awalnya, Bambang membahas soal bagaimana seharusnya MK menyelesaikan sengketa hasil Pilpres.

Hal ini terkait dengan banyak perdebatan soal MK menyelesaikan permasalahan hasil Pilpres ini dengan cara kuantitatif atau kualitatif.

"Mahkamah konstitusi itu memeriksa sengketa hasil pemilu, bukan hasil suara. Dalam hasil pemilu itu ada dua, ada proses dan hasil suara. Hasil suara ini tergantung proses. Karenan mahkamah itu corongnya konstitusi, harusnya dia periksa kedua-duanya, proses dan hasil suara," kata Bambang.

Namun, terang Bambang, sekarang ini MK seolah didorong untuk hanya mengurus sengketa mengenai rekapitulasi hasil suara saja.

"Makanya kemudian seluruh argumen yang kami bangun mau mengembalikan hitohnya mahkamah," ujarnya.

Bambang kemudian membahas soal pernyataan dari sejumlah pihak yang membahas soal hal ini di media.

Dua yang disebutnya adalah kedua Mantan Ketua MK Mahfud MD dan Hamdan Zoelva.

Halaman
1234
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved