British Airways Paksa 18 Penumpangnya Turun di Tel Aviv Israel, Alasannya Begitu Sensitif

Pesawat British Airways yang akan terbang dari Bandara di Tel Aviv, Israel memaksa 18 penumpangnya untuk turun dari pesawat.

British Airways Paksa 18 Penumpangnya Turun di Tel Aviv Israel, Alasannya Begitu Sensitif
PA/Steve Parsons
Pesawat British Airways yang sedang terbang menuju Pulau Kreta, Yunani, akhirnya kembali mendarat di Gatwick, Inggris, Kamis (21/7/2016) karena bau busuk menyengat di seluruh kabin pesawat itu. 
TRIBUNBATAM.id - Pesawat British Airways yang akan terbang dari Bandara di Tel Aviv, Israel memaksa 18 penumpangnya untuk turun dari pesawat.
Pihak British Airways memutuskan untuk menurunkan 18 penumpangnya itu saat pesawat masih berada di apron sebuah Bandara Tel Aviv, Israel.
Sebab, satu dari 18 penumpang British Airways  itu bergurau akan meledakkan pesawat.

Tak hanya menyebabkan 18 penumpang diturunkan paksa, pesawat dengan tujuan Bandara Heathrow, London, Inggris itu juga mengalami penundaan pemberangkatan selama dua jam.

Menurut laporan Express.co.uk, Senin (24/6/2019), komentar salah seorang penumpang itu mengakibatkan dilakukannya pencarian secara menyeluruh ke setiap bagian pesawat untuk bahan peledak atau benda mencurigakan lainnya.

Setelah proses pencarian selesai dilakukan dan tidak ditemukan adanya benda berbahaya maupun yang mencurigakan, pesawat diizinkan lepas landar dari Bandara Ben Gurion, Tel Aviv.

Menurut Otoritas Bandara Israel (IAA), dalam pernyataan kepada media lokal, salah satu dari kelompok penumpang itu membuat celetukan akan meledakkan pesawat setelah duduk di dalam pesawat.

"Kapten memberi tahu pihak maskapai di London dan akhirnya menerima perintah untuk mengeluarkan kelompok penumpang itu dari dalam pesawat," kata IAA dalam pernyataannya.

Richard Andrews (49), salah seorang penumpang lain yang berada di penerbangan tersebut mengatakan, bahwa lelucon tentang ancaman bom saat hendak naik pesawat adalah hal yang sangat buruk.

Andrews mengatakan, kelompok penumpang itu seluruhnya pria berusia sekitar 30-an tahun, berpakaian rapi, dan tampak mabuk.

Menurut Times of Israel, kelompok penumpang pria itu mengunjungi Israel untuk menghadiri acara pribadi.

Namun, salah seorang penumpang dari kelompok itu mengatakan, tidak ada salah satu dari mereka yang berkata tentang memiliki bom atau bahan peledak.

"Polisi telah memutuskan untuk membebaskan kami tanpa mengambil tindakan apa pun. Satu-satunya hal yang kami pedulikan sekarang adalah untuk pulang," ujar dia.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 18 Penumpang British Airways Diturunkan Paksa Gara-gara Bercanda Ingin Meledakkan Pesawat

Editor: Thom Limahekin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved