PILPRES 2019

Dipersoalkan BPN, TKN Arsul Sani Ungkap Sumbangan Dana Kampanye Paslon Jokowi-Maruf

Dipersoalkan BPN, Wakil Ketua TKN Arsul Sani Ungkap Sumbangan Dana Kampanye Paslon Jokowi-Maruf

Dipersoalkan BPN, TKN Arsul Sani Ungkap Sumbangan Dana Kampanye Paslon Jokowi-Maruf
TRIBUNNEWS/CHAERUL UMAM
Dipersoalkan BPN, TKN Arsul Sani Ungkap Sumbangan Dana Kampanye Paslon Jokowi-Maruf 

Dipersoalkan BPN, Wakil Ketua TKN Arsul Sani Ungkap Sumbangan Dana Kampanye Paslon Jokowi-Maruf

TRIBUNBATAM.id - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Arsul Sani memberikan tanggapan terkait dana sumbangan kampanye paslon 01 Jokowi-Ma'ruf.

Tanggapan itu disampaikan Arsul dalam acara 'Kabar Petang' di tvOne, Senin (24/6/2019).

Diketahui bahwa dana sumbangan kampanye Jokowi-Ma'ruf menjadi satu di antara materi gugatan kubu 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang sengketa hasil pilpres.

Ia menjelaskan bahwa memang dana sumbangan kampanye masuk ke rekening pribadi Jokowi-Maruf.

Namun, bukan berarti dana tersebut menjadi uang milik paslon 01.

Sebut Tak Terkait BPN, Ini Reaksi Istana dan MK Soal Rencana Aksi PA 212 di Gedung MK

Aiman Blak-blakan Dibalik Kerusuhan 21-22 Mei, Diduga Korban Dieksekusi di Tempat Lain Lalu di Drop

Fakta Baru Kebakaran Pabrik Korek Api di Binjai, Korban Kebakaran di Gaji 500 Ribu per Bulan

Viral! Demi Bisa Sekolah, Anak-anak Ini Rela Dibungkus Plastik saat Sebrangi Sungai

"Bicara tentang dana sumbangan kampanyenya Pak Jokowi, ini menunjukkan bahwa tim kuasa hukum 02 itu enggak paham tentang sistem akuntasi yang terkait dengan pilpres," ujar Arsul.

"Jadi semua sumbangan yang masuk itu adalah itu kan di atasnamakan kan memang masuknya ke dalam rekening Jokowi-Ma'ruf."

"Tapi bukan berarti uangnya bukan dari Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf ya," sambungnya.

Arsul menilai, seharusnya tim kuasa hukum 02 bisa lebih teliti lagi saat akan mengajukan materi gugatannya.

Ia menegaskan, bahwa semua catatan dana sumbangan kampanye Jokowi-Ma'ruf sudah sesuai dengan Undang Undang.

"Mestinya kalau mereka teliti, mereka unduh dulu laporan keuangannya secara jelas dan kemudian juga auditnya," jelas Arsul.

Halaman
123
Editor: Danang Setiawan
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved