Kaum Disabilitas di Jakarta Keluhkan Masalah Ini kepada Warga Jakarta

Sikap masyarakat yang masih mementingkan dirinya sendiri ketimbang memperhatikan orang lain khususnya penyandang disabilitas masih banyak terjadi di J

Kaum Disabilitas di Jakarta Keluhkan Masalah Ini kepada Warga Jakarta
tribunbatam/adriani
Aksi personel The Miracle, band beranggotakan pelajar SLB Kartini, di peringatan Hari Disabilitas Internasional, Sabtu (3/12/2016). Mereka tampil memukau 

TRIBUNBATAM.id - Sikap masyarakat yang masih mementingkan dirinya sendiri ketimbang memperhatikan orang lain khususnya penyandang disabilitas masih banyak terjadi di Jakarta

Kondisi inilah yang menjadi masalah yang dihadapi penyandang disabilitas di DKI Jakarta dari sekadar belum ramahnya fasilitas publik.

Yogi Madsoni (46), seorang tuna netra yang sudah 27 tahun bermukim di Ibu Kota mengatakan nyaris tak ada perbedaan sikap warga DKI ketika dia pertama tiba di Jakarta dengan sekarang.

Pasalnya fasilitas yang disediakan pemerintah bagi penyandang disabilitas justru tak dapat dinikmati karena diserobot pihak lain.

"Kalau fasilitas sekarang sudah membaik, tergantung pemerintahnya. Tapi kalau warga Jakarta ya masih individualis saja. Ubin pemandu di trotoar dipakai buat dagang, buat lewat motor," kata Soni di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (25/6/2019).

Jubir BPN Imbau Pendukung Prabowo-Sandiaga untuk Lakukan Ini Saat Putusan Sengketa Pilpres di MK

Warga Bisa Urus Hak Milik di Kampung Tua, Ini Batasan Luas Tanah Yang Bisa Diurus Sertifikatnya

Oknum Guru di Tasikmalaya Diamankan Polisi Karena Lakukan Hal Ini kepada Gadis Berusia 15,

British Airways Paksa 18 Penumpangnya Turun di Tel Aviv Israel, Alasannya Begitu Sensitif

Kala bepergian memenuhi panggilan pijat dan urusan lain, Soni kerap menegur PKL dan pengemudi sepeda motor yang merampas haknya.

Nahas teguran yang disampaikan tak sepenuhnya berhasil karena PKL dan pengemudi sepeda motor justru lebih galak ketimbang ayah dua anak itu.

"Saya termasuk sering bepergian, jadi banyak menggunakan fasilitas umum. Jadi kalau ada PKL atau motor yang naik ke trotoar ya saya ngomel, tapi justru galakan mereka," ujarnya.

Puluhan disabilitas sedang mencoba ubin pemandu trotoar di Jalan Yos Sudarso tepat di depan kantor Walikota Jakarta Utara, Senin (2/4/2019)
Puluhan disabilitas sedang mencoba ubin pemandu trotoar di Jalan Yos Sudarso tepat di depan kantor Walikota Jakarta Utara, Senin (2/4/2019) (TribunJakarta/Afriyani Garnis)

Pria yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Persatuan Tunanetra Indonesia DPC Jakarta Timur itu juga menyesalkan sikap penumpang kereta yang justru menguasai kursi prioritas.

Dengan dalih lelah, penumpang yang menguasai kursi prioritas itu acap kali berpura-pura terlelap ketika Soni hendak menggunakan haknya.

"Kadang saya mikir, ini yang disabilitas sebenarnya siapa. Kalau mereka capek pulang kerja kan semua juga capek. Jadi naik kereta sekarang dulu sama sekarang seperti enggak ada bedanya," tuturnya.

Di HUT ke-492 DKI Jakarta ini, Soni berharap warga Jakarta dapat memperbaiki sikapnya sehingga Ibu Kota lebih ramah penyandang disabilitas.

Tanpa hal itu, Soni yang jadi tuna netra sejak lahir yakin jargon kejamnya Ibu tiri tak sekejam Ibu Kota masih harus dicicipi penyandang disabilitas.

"Teman-teman disabilitas sampai sekarang masih berjuang agar Jakarta ini ramah terhadap penyandang disabilitas. Mimpi kita menjadikan Jakarta ramah disabilitas secara keseluruhan," kata Soni.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Komentar Penyandang Disabilitas Soal Sikap Individualis Warga Jakarta

Editor: Thom Limahekin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved