Meski Mengaku Bunuh Satu Keluarga di Bekasi, Haris Berharap Tidak Dihukum Mati

Haris didakwa membunuh satu keluarga Daperum Nainggolan --empat orang-- di Jalan Bojong Nangka II, Kelurahan Jatirahayu, Bekasi, 12 November 2018

Meski Mengaku Bunuh Satu Keluarga di Bekasi, Haris Berharap Tidak Dihukum Mati
Kompas.com
Haris Simamora, pembunuh satu keluarga di Bekasi saat di persidangan 

TRIBUNBATAM.ID, BEKASI  - Tim penasihat hukum terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi meminta majelis hakim tidak memvonis hukuman mati kepada terdakwa Harris Simamora.

Jaksa sebelumnya menuntut Harris Simamora, pembunuh satu keluarga di Bekasi, dengan hukuman mati.

Haris didakwa membunuh satu keluarga Daperum Nainggolan di Jalan Bojong Nangka II, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada 12 November 2018.

Permintaan itu disampaikan Ketua Tim Penasihat Hukum Harris Simamora, Alam Simamora, pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (24/6/2019).

VIDEO VIRAL. Seorang Wanita Mengamuk di MRT Singapura Gara-gara Pria Ini Merekamnya Diam-diam

Teror Tetangga dari Neraka, Cecerkan Minyak Hingga Telinga Babi Agar Tetangga Pindah Apartemen

Viral! Demi Bisa Sekolah, Anak-anak Ini Rela Dibungkus Plastik saat Sebrangi Sungai

Pihaknya berharap majelis hakim menjatuhkan vonis seringan mungkin kepada terdakwa.

"Kami selaku penasihat hukum terdakwa dengan segala kerendahan hati memohon kepada majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara untuk dapat menjatuhkan putusan dengan hukuman pidana yang seringan-ringannya bagi terdakwa," kata Alam.

Pihaknya menilai tuntutan jaksa tidak memiliki pembuktian yang kuat di persidangan.

Selain itu, tuntutan jaksa juga dinilai bertentangan dengan konstitusi negara yang tertuang pada Pasal 28 Huruf A UUD 1945 yang menyatakan, "Setiap warga negara memiliki hak untuk hidup, mempertahankan hidup dan kehidupannya".

Haris Simamora melakukan adekan prarekonstruksi pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Senin (19/11/2018)
Haris Simamora melakukan adekan prarekonstruksi pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Senin (19/11/2018) (Fahdi Fahlevi/Tribunnews.com)

"Di luar bukti saksi, sebenarnya penuntut umum tidak mampu untuk membuktikan apa pun lagi. Selain dari bukti surat yang hanya berupa Visum et Repertum yang sebenarnya telah ada pada saat tingkat penyidikan perkara," ujar Alam.

Harris dituntut pidana mati oleh jaksa saat sidang lanjutan kasus tersebut di Pengadilan Negeri Bekasi, Kota Bekasi, Senin (27/5/2019).

Halaman
1234
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved